Arsip Kategori: Opini

URGENSI PENGELOLAAN PERIKANAN

Opini Dari: Muhammad julianto
Mahasiswa Manajemen sumberdaya perairan UMRAah

Pengelolaan sumberdaya perikanan ialah pendekatan pengendalian upaya penangkapan didasarkan pada hasil tangkapan maksimum agar dapat menjamin kelestarian sumberdaya ikan dan ekosistemnya. Konsep tujuan pengelolaan perikanan adalah pemanfaatan dalam jangka panjang atas sumberdaya perikanan secara berkesinambungan.
Perlukah pengolaan perikanan dilakukan sejak dini?

Dahulu kita sering memanfaatkan berbagai sumberdaya dalam aspek perikanan untuk kehidupan sehari-hari, seperti halnya terjun dalam bisnis perdagangan sumberdaya laut, layaknya menambah nilai sumberdaya dengan pengolahan yg beragam. Namun tahukah Anda, jika dilihat dari keadaan dan situasi saat ini, apakah sumberdaya yg ada di daerah kita akan tetap sebagaimana mestinya, tentu tidak bukan. Kita telah mendengar bahwa begitu banyak kasus tentang berkurangnya populasi ikan dan biota laut lainnya maupun rusaknya ekosistem.

Hal itu biasanya disebabkan oleh penangkapan yg berlebihan, penggunaan alat tangkap yg illegal, dan yg masih kejadian hangat saat ini pencemaran laut yg disebabkan oleh sampah plastic. Siklus itu akan terus berulang, kalau seandainya kita belum mempunyai keasadaran mencintai lingkungan sehingga kita belum ada tindakan mencegah dari hal-hal merusak lingkungan sekitar, dan juga akan menjadi dampak buruk yg besar untuk generasi mendatang.

Adakah langkah untuk memulihkan populasi perikanan dan ekosistem laut?.
Jangan khawatir, ada beberapa perencanaan yg bagus untuk memulai dan memulihkan system pengelolaan. Seperti Aspek berikut.

1. Peningkatan Produksi Ikan
Peningkatan produksi perikanan tangkap dan perikanan budidaya untuk memenuhi kebutuhan domestik dan eksport dan Pengelolaan usaha perikanan secara berkelanjutan.

2. Peningkatan Konsumsi Ikan
Peningkatan sarana dan prasarana pemasaran dalam rangka meningkatkan mutu dan keamanan pangan.

3. Peningkatan Daya Saing Dan Nilai Tambah
Peningkatan mutu produk perikanan dan Pengendalian impor.

4. Pengembangan Ekonomi Kelautan
Pendayagunaan pulau-pulau kecil dan kawasan konservasi untuk meningkatkan keekonomian sd. Kelautan.

5. Pertahanan Keamanan Laut
Meningkatkan koordinasi dan kerjasama pengelolaan wilayah laut dan meningkatkan kerjasama dalam pengelolaan wilayah laut dan pengamanan wilayah dari pemanfaatan SDK yang merusak.

6. Tata Kelola Pengaturan tata ruang laut.
7. Pengurangan Dampak Bencana Pesisir Dan Pencemaran Laut, Peningkatan ketahanan masyarakat pesisir terhadap bencana laut dan penanganan pencemaran laut dan Penanaman mangrove di kawasan pesisir yang rusak

8. Sumber Daya Manusia
Meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan dan pengetahuan, terutama terkait dengan peningkatan wawasan bahari dan peningkatan kapasitas masyarakat dengan berorientasi pada permintaan.

9. Peningkatan Kesejahteraan Pelaku Usaha Perikanan/masyarakat pesisir.Peningkatan program kehidupan nelayan berbasis usaha perikanan.

Itulah beberapa upaya yg bisa kita lakukan dalam mengelola sumberdaya agar lebih baik, sebagai contoh kita selaku pihak masyarakat juga bisa turut andil dalam menjaga lingkungan laut maupun pesisir dengan cara melakukan penanaman bibit mangrove, supaya agar ekosistem perikanan terjaga habitatnya dan akan menguntungkan perekonomian masyarakat local pesisir, karena adanya sumberdaya perikanan berasal dari ekosistem dan habitat yg bagus.***

Indahnya Daratanku, Rusaknya Lautku.

Nama : Danty Trie Jayanti Jurusan : Manajemen Sumberdaya Perairan

Jika mendengar “Indahnya daratanku, rusaknya lautku?” tentu saja kita akan berbicara tentang Reklamasi.
Menurut Kamus Besar Indonesia, reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan dengan tujuan menambah luasan daratan untuk suatu aktivitas yang sesuai di wilayah tersebut dan juga di manfaatkan untuk konservasi wilayah pantai.

Reklamasi tentu saja berhubungan dengan pembangunan yang berlandaskan demi masa depan manusia yang utuh dan luhur. Karena itu, ia harus berkelanjutan agar pembentukan pembangunan dapat terwujud. Tetapi timbul pertanyaan “untuk apa dan siapa” proyek pembangunan ini di lakukan?
Jika manusia adalah alasan utama terjadinya pembangunan ini, maka tiap warga berhak terlibat didalamnya, dan sesuai dengan persyaratan. Tapi jika pelakunya adalah pemerintah, maka pembangunan harus terawasi oleh mereka yang bakal terkena dampaknya.

Reklamasi pantai sudah lama dilakukan banyak negara berpantai dan berpelabuhan di dunia. Berbagai alasan dilakukan untuk pelaksaan proyek ini. Bagi negara demokrasi, hak rakyat itu utama dan oleh sebab itu keterbukaan rencana merupakan kewajiban untuk diketahui oleh mereka yang akan terkena dampaknya.

Reklamasi Anjungan Tepi Laut Tanjungpinang, adalah proyek besar yang terjadi di tengah kota. Reklamasi anjungan tepi laut dilihat dari sisi pembangunan sangatlah baik, karena selain menambah estetika keindahan dari tanjungpinang itu sendiri juga dapat menjadi daya Tarik wisata bagi turis negeri maupun luar negeri. Tapi jika kita melihat dari sisi perikanannya bagaimana? Sisi lingkungannya bagaimana?. Kegiatan proyek pembangunan ini dapat berdampak buruk bagi ekosistem yang ada di laut. contohnya saja di anjungan tepi laut memiliki ekosistem lamun yang memiliki peranan penting bagi biota laut, seperti daerah asuhan, mencari makan, serta peredam gelombang. Banyak biota laut baik flora maupun fauna yang mati akibat penimbunan tanah urugan.

Kegiatan masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan akan terpengaruh dikarenakan proyek tersebut dapat mempengaruhi ikan, dikarenakan daerah ekosistemnya dalam berasosiasi telah rusak, yaitu padang lamun.
Dan ditambah lagi jika kegiatan ini tidak diperhatikan dengan baik dapat menyebabkan banjir akibat limpasan air laut. Jika masyarakat disekitar membuang sampah di laut seperti yang dilakukan di pelantar 2 maka tidak memungkiri bahwa akan terjadinya banjir ke daratan.

Hal ini harusnya di perhatikan dalam pengelolaan perikanan dan perairannya, jangan hanya demi keindahan daratan, lautan yang merupakan kekayaan sesungguhnya rusak begitu saja. Pengelolaan berkelanjutan harusnya di lakukan agar generasi yang akan mendatang dapat merasakan dan menikmati keindahan sesungguhnya, Kekayaan Indonesia, kekayaan Kepri yang sebenarnya. ***