Arsip Kategori: Artikel

URGENSI PENGELOLAAN PERIKANAN

Opini Dari: Muhammad julianto
Mahasiswa Manajemen sumberdaya perairan UMRAah

Pengelolaan sumberdaya perikanan ialah pendekatan pengendalian upaya penangkapan didasarkan pada hasil tangkapan maksimum agar dapat menjamin kelestarian sumberdaya ikan dan ekosistemnya. Konsep tujuan pengelolaan perikanan adalah pemanfaatan dalam jangka panjang atas sumberdaya perikanan secara berkesinambungan.
Perlukah pengolaan perikanan dilakukan sejak dini?

Dahulu kita sering memanfaatkan berbagai sumberdaya dalam aspek perikanan untuk kehidupan sehari-hari, seperti halnya terjun dalam bisnis perdagangan sumberdaya laut, layaknya menambah nilai sumberdaya dengan pengolahan yg beragam. Namun tahukah Anda, jika dilihat dari keadaan dan situasi saat ini, apakah sumberdaya yg ada di daerah kita akan tetap sebagaimana mestinya, tentu tidak bukan. Kita telah mendengar bahwa begitu banyak kasus tentang berkurangnya populasi ikan dan biota laut lainnya maupun rusaknya ekosistem.

Hal itu biasanya disebabkan oleh penangkapan yg berlebihan, penggunaan alat tangkap yg illegal, dan yg masih kejadian hangat saat ini pencemaran laut yg disebabkan oleh sampah plastic. Siklus itu akan terus berulang, kalau seandainya kita belum mempunyai keasadaran mencintai lingkungan sehingga kita belum ada tindakan mencegah dari hal-hal merusak lingkungan sekitar, dan juga akan menjadi dampak buruk yg besar untuk generasi mendatang.

Adakah langkah untuk memulihkan populasi perikanan dan ekosistem laut?.
Jangan khawatir, ada beberapa perencanaan yg bagus untuk memulai dan memulihkan system pengelolaan. Seperti Aspek berikut.

1. Peningkatan Produksi Ikan
Peningkatan produksi perikanan tangkap dan perikanan budidaya untuk memenuhi kebutuhan domestik dan eksport dan Pengelolaan usaha perikanan secara berkelanjutan.

2. Peningkatan Konsumsi Ikan
Peningkatan sarana dan prasarana pemasaran dalam rangka meningkatkan mutu dan keamanan pangan.

3. Peningkatan Daya Saing Dan Nilai Tambah
Peningkatan mutu produk perikanan dan Pengendalian impor.

4. Pengembangan Ekonomi Kelautan
Pendayagunaan pulau-pulau kecil dan kawasan konservasi untuk meningkatkan keekonomian sd. Kelautan.

5. Pertahanan Keamanan Laut
Meningkatkan koordinasi dan kerjasama pengelolaan wilayah laut dan meningkatkan kerjasama dalam pengelolaan wilayah laut dan pengamanan wilayah dari pemanfaatan SDK yang merusak.

6. Tata Kelola Pengaturan tata ruang laut.
7. Pengurangan Dampak Bencana Pesisir Dan Pencemaran Laut, Peningkatan ketahanan masyarakat pesisir terhadap bencana laut dan penanganan pencemaran laut dan Penanaman mangrove di kawasan pesisir yang rusak

8. Sumber Daya Manusia
Meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan dan pengetahuan, terutama terkait dengan peningkatan wawasan bahari dan peningkatan kapasitas masyarakat dengan berorientasi pada permintaan.

9. Peningkatan Kesejahteraan Pelaku Usaha Perikanan/masyarakat pesisir.Peningkatan program kehidupan nelayan berbasis usaha perikanan.

Itulah beberapa upaya yg bisa kita lakukan dalam mengelola sumberdaya agar lebih baik, sebagai contoh kita selaku pihak masyarakat juga bisa turut andil dalam menjaga lingkungan laut maupun pesisir dengan cara melakukan penanaman bibit mangrove, supaya agar ekosistem perikanan terjaga habitatnya dan akan menguntungkan perekonomian masyarakat local pesisir, karena adanya sumberdaya perikanan berasal dari ekosistem dan habitat yg bagus.***

Keterbukaan Informasi Publik Menjamin Kualitas Pelayanan Yang Lebih Baik

Nama               : Budi  Prasetyo

Program studi : Ilmu Pemerintahan

Fakultas           : Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik

Kampus           : Universitas Maritim Raja Ali Haji

Organisasi       : Ketua Ukm Persma Kreatif

             Pada zaman sekarang ini suatu informasi merupakan hal yang penting dan praktis , sehingga informasi di dapatkan dengan mudah melalui segala macam cara  mulai dari,  media sosial ,  hingga radio sekali pun, dengan keterbukaan informasi ini pemerintahan indonesia menyiapkan dan menyelenggarakaan suatu aturan  yang bersifat keterbukaan informasi  publik yang di dalamnya memuat segala macam informasi tentang kepemerintahan agar masyrakat mengetahui apa saja tindakan pemerintah di kepemerintahan sehinggga transparansi, jujur serta tanggung jawab pemerintah kepada publik juga dapat di realisasikan dengan baik .

            Sebelum datang nya Undang-Undang tentang keterbukaan infomasi publik masyrakat telah di suguhkan atau di lindungi hak atas akses informasi kepada masyarakat untuk mengetahui informasi seluas-luasnya , termasuk kinerja pemerintah , sebenarnya telah di atur dan dilindungi Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 F , semua lembaga yang beroperasi dengan anggaran pemerintah wajib membuka informasi ke publik , isi dari pasal 28F ialah setiap orang  berhak untuk berkomuniksi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakanan segala saluran yang tersedia .

Keterbukaan  informasi  publik sudah termuat di Undang-Undang  Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 , undang-undang yang terdiri dari 64 pasal ini pada intinya memberikan kewajiban kepada setiap badan publik untuk memberi informasi publik kepada seluruh rakyat atau warga negara indonesia, kecuali beberap informasi tertentu yang di dalamnya dapat mengganggu kehidupan bernegara .

Dengan adanya UU No 14 tahun 2008 ini masyrakat lebih mudah mengakses segala informasi publik , kecuali beberapa informasi tertentu yang bersifat ketat ,terbatas , rahasia sesuai dengan UU , kepatutan dan kepentingan umum yang di dasarkan pada pengujian tentang konsekuensi yang timbul apabila suatu informasi di berikan kepada masyrakat serta telah di pertimbangkan secara seksama bahwa menutup informasi publik dapat melindungi kepentingan yang lebih besar dari pada membukanya.

Yang berhak  untuk menjalankan Undang-Undang ini  ialah komisi informasi yang di dalamnya mengatur pelaksanaan teknisi standar pelayanan informasi publik dan menyelesaikan sengketa informasi publik melalui cara mediasi, yaitu dengan upaya penyelesaian konflik dengan melibatkan pihak ketiga yang netral , yang tidak memiliki kewenangan dalam mengambil keputusan agar pihak yang bersengketa mencapai sebuah kesepakatan ataupun dengan cara ajudikasi nonlitigasi.

Maka dari itu segala informasi yang berkaitan dengan informasi pubik akan di kelola dengan baik oleh komisi informasi , serta segala informasi yang di terima akan di filter oleh pihak komisi informasi mana yang berhak di publikasi mana yang di simpan sebagai dokumen negara ,agar masyarakat tidak mudah menerima berita hoax dan lain sebagainya yang mengandung unsur negatif, semua ini di lakukan demi meningkatkan persatuan indonesia yang telah termuat di dalam  pancalisa di alenia ke tiga.

Tujuan dari Undang-Undang ini ialah menjamin hak warganya untuk mengetahui rencana pembuatan kebijakan publik, program kebijakan publik dan proses pengambilan keputusan publik yang tidak lain dan bukan demi meningkatkan suatu pelayanan yang di nilai kurang efektif sehingga masyrakat dengan mudah memberikan masukan dan landasan tanpa takut adanya perasaan yang  subjektif  sehingga  membuat kita berani mengkritisi karena memilki landasan hukum yang sudah termuat di UU NO 14 tahun  2008 yang  termuat di pasal 4 yang berbunyi “setiap permohon  informasi publik berhak mengajukan gugatan ke pengadilan apabila dalam memperoleh informasi publik mendapat hambatan atau kegagalan sesuai dengan ketentuan ini “

Dalam hal ini membuktikan kita bahwasanya dengan keterbukaan informasi publik yang sudah termuat pada UU NO 14 tahun 2008 ini sangat lah efektif demi meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih baik , contohnya sangat kongkrit sekali ,apa bila terjadi di suatu daerah yang berbasis pulau-pulau seperti yang ada di Provinsi Kepulauan Riau ini, yang sangat susah sekali  untuk mengakses informasi apa lagi yang berada di pulau-pulau terpencil untuk mengurusi  berbagai pembuatan surat menyurat  akibatnya  pulau terpencil tersebut  harus datang  ke kota untuk mengurusinya sehingga harus menghabiskan dana yang besar untuk menuju ke kota tersebut serta akses yang terbatas membuat semua warga yang ada di daratan maupun kelautan serta di kota mapun di desa  tidak merasakan apa yang namanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia .

ketika  informasi publik bebas di akses begitu saja akibatnya  akan  menimbulkan kekacauan, mangkanya sesuai dengan isi yang ada di UU keterbukaan informasi publik di dalamnya mengataur batas-batas ketentuan yang mana bisa di akses dan mana yang tidak , yang lain dan tidak bukan demi menjaga ketertiban bangsa, karena apabila semua hal tentang negara mudah di akses begitu saja  maka kekacauan demi kekacauan akan mudah terjadi  .

Keterbukana informasi publik yang termuat di UU NO 14 Tahun 2008 ini tidak lain dan bukan ialah untuk terciptanya pemerintahan yang demokraris sesuai dengan asas penyelenggaraan pemerintahan yang baik yaitu transparan, efektif dan efisien, akuntabel serta dapat di pertanggung jawabkan maka pemerintah meningkatkan pelayanan dan pengelolaan  informasi di lingkungan badan publik untuk menghasilkan layanan informsi yang berkualitas  agar masyrakat dapat dengan mudah ikut berpartisipasi dalam urusan pengambilan kebijakan pemerintah

 

 

KULIAH GAK SEKEDAR 5 D

images (1)

Halo sobat ku sekalian yang sekarang  lagi menempuh kuliah di perguruan tinggi nya masing- masing terutama yang di kota tanjungpinang , selamat lah karena tidak semua orang bisa merasakan apa yang kita rasakan seperti saat ini .

Kuliyah gak sekedar 5 D artinya kuliah jangan lah hanya datang, duduk, diam , dengar dan dengkur , ini bukan lah kriteria  kita sebagai mahasiswa yang sebenarnya , mahasiswa yang sejati adalah mahasiswa yang dapat mengimplimintasikan ilmunya terhadap orang di sekitarnya bahkan lebih dari itu.

Apa yang  ada di pikiran kita tuangkan lah karena kuliah gak sekedar 5 D , semua elemen mahasiswa haruslah turut serta dalam agen perubahan dan agen kontrol karena sejatinya mahasiswa adalah mahasiswa yang tau tugas pokok dan fungsi sebenarnya.

Buat kawan-kawan ku yang seperjuangan dan senasib , teruslah berjuangan karena gak itu-itu saja hal yang ingin kita lakukan , apa lagi yang jauh dari orang tua , jangan pernah takut tuk menjadi sukses , bangun lah relasimu dan gabung lah ke dalam organisasi jangan lah dalam pikiran kita selalu tersimpan pikiran yang apatis dan pragmatis , itu akan membuat kita gagal dalam segala hal .

Amati , pahami , dan dengar kan apa isi materi maka itu akan membuat kita paham akan pembelajaran tersebut , jika tidak paham maka bertanyalah jangan malu untuk bertanya karena ada pepatah malu bertanya sesat di jalan , seperti itu lah perkuliahan yang sesungguhnya , bertanya , amati , pahami dan dengarkan pemateri dari isi yang di sampaikannya.

Mahasiswa yang sejatinya adalah mahasiswa yang berani bersuara , dalam artian jalan yang benar bukan dalam artian mengarah pada tindakan yang anarkis, dan rasis, sejatinya mahasiwa yang mengerti akan kelebihan dan kekurangan diri sendiri adalah mahasiwa yang akan berhasil di kemudian harinya karena dalam jiwa mahasiswa gak ada kata menyerah , apa lagi untuk berhenti dan berkeinginan untuk cuti.

Tanam kan dalam jiwa bahwa saya harus kuliah dengan gelar cumlaude jika tidak maka usahakan  4 tahun lah kita sudah wisuda dengan predikat yang memuaskan dan dengan gelar sarjana yang membanggakan , jangan kelamaan ya kawan-kawan entar jadi mapala (mahasiswa paling lama) .

Kesimpulannya kuliah gak sekedar ikut-ikutan kawan , udah datang e malah pulang tiba pulang malah gak ada tujuan yang ingin dikerjakan , terimakasih dan sekian .

karya : budi prasetyo

 

Menjadi Pelacuran, Hingga LGBT; Bagaimana Sikap Kita?

Hasil gambar untuk karikatur lgbtSetiap narasi tentang pelacuran yang mengemuka, sense knowledge kita pasti merujuk kepada tindak tanduk perempuan dan laki laki yang nakal, atau apapun itu namanya yang mengatasnamakan LGBT. Pada kenyataannya, pelacuran juga dilakukan oleh laki-laki dan juga oleh perempuan. Narasi ini tidak bisa langsung di-judge kepada orientasi seksual tertentu, seperti yang diberitakan media massa tentang “LGBT”. Adanya eufemisme “pelacuran gay” yang dimaksud menurut saya merupakan pelabelan semata kepada jenis orientasi seks tertentu. Apakah jika terdapat lesbian yang menjadi pelacur kemudian disebut “pelacuran lesbian” atau biseksual yang menjadi pelacur disebut “pelacuran biseks”? Kunci terpenting adalah sikap kita terhadap euforia dari media. Publik seakan merespon bahwa gay adalah wabah karena menjadi sumber pelacuran; ini stigma. Apakah salah menjadi gay, dan pelacur? Pada kenyataannya tidak semua gay adalah pelacur dan tidak semua lesbian merupakan pelacur atau pekerja seks komersial. LGBT lahir karena dorongan dari hasrat indvidu, sosial yang dikomparasikan hingga diwujudkan dalam bentuk lesbian, gay, pelacuran. sejumlah penelitian menunjukan bahwa LGBT bisa muncul akibat pengalaman traumatik (korban kekerasan seksual) maupun faktor genetik yang mempengaruhi struktur kromosom yang menunjukan jenis kelamin. Namun demikian, LGBT juga dapat muncul sebagai dampak dari interaksi sosial yang keliru sehingga ikut mengalami penyimpangan seksual (sosial disease).

Memang belum ada data resmi mengenai jumlah penyandang LGBT di Indonesia namun sudah banyak sekali ditemukan sejumlah komunitas LGBT bahkan terus berkembang. Berdasarkan data yang diperoleh penulis dari United Nations Development Programme (UNDP) bersama United States Agency for International Development (USAID) Hasil temuan dialog yang paling akhir adalah meneliti kapasitas organisasi-organisasi LGBT di Indonesia. Jumlah organisasi yang ada di Indonesia relatif besar, terdiri dari: dua jaringan nasional dan 119 organisasi yang didirikan di 28 provinsi dari keseluruhan 34 provinsi di Indonesia, beragam dari segi komposisi, ukuran dan usia.
 Organisasi-organisasi ini berperan aktif di bidang kesehatan, publikasi dan
penyelenggaraan kegiatan sosial dan pendidikan. Kaum LGBT berusaha ingin mendirikan organisasi yang secara absah berbadan hukum dan terorganisir. Namun usaha mereka mendapat kecaman keras  dari preman dan kelompok Islamis, serta kurangnya dukungan dan perlindungan dari pihak pemerintah maupun kepolisian.

 Perkembangan ini membuat mereka merasa hak-haknya perlu diperhatikan lebih lagi di Indonesia agar dapat menerima keberadaannya. Pada dasarnya salah satu ruang lingkup HAM yaitu hak pribadi dimana hak untuk diakui kepribadiannya menurut hukum.  HAM sebagai hak-hak dasar yang sudah melekat pada diri sejak dari lahir yang bersifat kodrat dari Tuhan wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Setiap manusia tentu berhak mendapat perlidungan hukum demi menjaga hak-hak mereka.   Sebagaimana mestinya hak pribadi atas komunitas ini pun bukan menjadi hal yang tidak mungkin untuk mendapat perlindungan hukum di Indonesia. sebagaimana yang tertulis pada uu no.39 tahun 1999 tentang HAM. Bahkan kejadian ini menjadi peluang besar para politisi untuk menjual hak suara dengan mendukung keberadaan mereka.

Peristiwa ini sempat menjadi perdebatan hangat mulai dari pemerintah sampai kepada kalangan masyarakat karena dinilai sebagai prilaku menyimpang karena tidak sesuai dengan norma, adat dan hukum yang berlaku secara umum di indonesia. Berangkat dari keberagaman kultur budaya yang ada di Indonesia saat ini yang beragam akan suku, budaya, agama yang  melarang adanya LGBT, dalam budaya; budaya apapun itu yang sudah ada di Indonesia. Berbeda dengan western country negara-negara barat, mis; belanda yang mengakui LGBT dan melegalkan pernikahan LGBT. Di Indonesia memang terdapat hak yang menyatakan bahwa setiap orang berhak untuk memeluk agama. Seperti yang kita ketahui bahwa LGBT itu sendiri merupakan salah satu nilai yang melanggar hukum agama.  Dan jugak Peraturan Undang-undang Indonesia hanya menetapkan dua gender saja, yaitu pria dan wanita. Hal ini dapat ditafsirkan dari pencantuman tegas tentang pria dan wanita dalam Undang-undang Perkawinan (UU No. 1/1974) dan ketentuan serupa mengenai isi kartu penduduk yang ditetapkan dalam Undang-undang Administrasi Kependudukan (UU No. 23/2006).

Sebagai gambaran umum tentang hak asasi LGBT di Indonesia, hukum nasional dalam arti luas tidak memberi dukungan bagi kelompok LGBT walaupun homoseksualitas sendiri tidak ditetapkan sebagai tindak pidana. Baik perkawinan maupun adopsi oleh orang LGBT tidak diperkenankan. Tidak ada undang-undang anti-diskriminasi yang secara tegas berkaitan dengan orientasi seksual atau identitas gender. Hukum Indonesia hanya mengakui keberadaan gender laki-laki dan perempuan saja, sehingga orang transgender yang tidak memilih untuk menjalani operasi perubahan kelamin, dapat mengalami masalah dalam pengurusan dokumen identitas dan hal lain yang terkait. Sejumlah Perda melarang homoseksualitas sebagai tindak pidana karena dipandang sebagai perbuatan yang tidak bermoral.

Kebijakan yang terkait dengan hak-hak LGBT cukup bervariasi, dengan adanya sejumlah komisi nasional yang mengakui dan memberikan dukungan bagi kelompok LGBT, serta mengungkapkan dukungan resmi bagi kelompok LGBT karena wabah HIV. Namun secara umum pihak kepolisian gagal melindungi kelompok LGBT dari berbagai serangan oleh para aktivis Islamis garis keras dan preman. Sementara orang LGBT yang tergolong gelandangan karena berkeliaran di tempat umum dapat menjadi korban perlakuan semenamena dan pemerasan yang dilakukan oleh petugas pemerintahan. Sikap sosial budaya terhadap beragam orientasi seksual dan identitas gender mencerminkan kontras antara mereka yang bersikap progresif dan bersedia menerima dengan populasi jauh lebih besar yang biasanya tidak memiliki pengetahuan tentang masalah-masalah tersebut. Orang transgender mempunyai visibilitas yang lebih besar. Sebagian besar masyarakat tidak mengenal orang LGBT yang membuka diri. Orang dengan orientasi seksual atau identitas gender yang beragam mungkin mendapatkan sekedar toleransi dari pada penerimaan, meskipun hal ini hampir mustahil dapat diharapkan dari anggota keluarga.

Hal ini menjadi salah satu penyebab LGBT tidak dapat disahkan keberadaannya di Indonesia. Dibalik itu, LGBT memang bukan perilaku kejahatan namun dapat memicu terjadinya kejahatan seperti kekerasan seksual, penyebaran penyakit seksual dan agresi terhadap nilai-nilai publik yang dapat meresahkan warga baik LGBT maupun non LGBT. Bahkan lebih parahnya lagi jika korban tersebut merupakan warga non LGBT. Merespon maraknya kejahatan seksual, terutama terkait dengan LGBT, masyarakat harus mampu mengembangkan kewaspadaan sosialnya. Terlebih lagi negara yang dapat memegang kendali melalui hukum yang dibuat oleh aparatur negara. Dalam hal ini penulis lebih setuju jika hak keberadaan mereka diganti dengan hak mendapatkan kehidupan normal. Dengan begitu ada upaya pemerintah dalam mengurangi angka LGBT di Indonesia.

Dalam menyikapi fenomena-fenomena LGBT yang lagi marak seperti saat ini. Yang walaupun sebenarnya hal itu bukan merupakan sesuatu yang baru, hanya saja kita baru mengetahui bahwa fenomena itu ada dalam lingkungan sosial kita. Oleh karena itu, menurut penulis penting kiranya menanamkan pendidikan-pendidikan yang melek gender dan “respect each other”.

Dalam hal ini penulis mencoba memberikan sebuah rekomendasi kepada pembaca masyarakat/pemerintah;  a. Mendorong kegiatan pendidikan tentang orientasi seksual dan identitas gender dikalangan masyarakat dan kepada orang tua sampai kepada keluarga.     b. Memperkuat kegiatan jejaring dan kolaborasi dengan lembaga-lembaga non pemerintah, mulai dari organisasi hukum dan hak asasi manusia, media massa, pusat-pusat pengetahuan, hingga sektor swasta dalam rangka mempromosikan dan mengarusutamakan hak asasi manusia serta permasalahan orientasi seksual serta identitas gender. c. Hentikan segala bentuk diskriminasi dan kekerasan yang didasarkan pada orientasi seksual dan identitas gender, baik yang dilakukan oleh pejabat negara maupun oleh masyarakat umum , dalam wujud membuat peraturan anti deskriminasi.

Hal ini penting karena negara kita multicultural dan sangat beragam etnis, ras , suku, agama dan terlebih lagi karena masyarakat kita saat ini cenderung individualis dan tidak peduli (cuek), hal ini merupakan bahaya besar bagi bangunan perdamaian di negeri kita tercinta. Pendidikan melek gender menurut saya penting dilakukan untuk mengontruksi sikap peduli terhadap sesama manusia, tidak memandang jenis kelamin, orientasi seksual, bahkan agama, suku dan ras. Bagi saya, yang terpenting dalam persoalan melek gender adalah kepedulian atau respect kita terhadap sesama manusia. Begitu pula dengan sikap kita dalam menyikapi pelacuran laki-laki, jika kita tetap acuh dan cuek, ancaman dan bahaya besar senantiasa memangsa anak-anak kita.

Oleh : Beto

corak mahasiswa di kota tanjungpinang

Hasil gambar untuk mahasiswaMahasiswa adalah orang yang belajar di Perguruan Tinggi (satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi dan dapat berbentuk akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, atau universitas). Dari sekian ribu presepsi mahasiswa di kota Tanjungpinang ada yang menyebut mahasiswa  adalah salah satu motor kemajuan Negara, kemajuan suatu bangsa dan lain sebagainya. Yang pasti mahasiswa adalah generasi yang masih belajar dengan tujuan masa depan yang lebih baik. Memang motivasi mahasiswa untuk kuliah berbeda-beda tetapi terlepas dari kelemahan dan keburukan oknum setiap mahasiswa, kita bisa melihat bahwa secara umum dalam diri mahasiswa ada kekuatan tersendiri yaitu mahasiswa masih teguh dalam hal berprinsip dan idealis, semangatnya masih membara, rasa ingin tahu yang tinggi, tuntutan yang tinggi dan kritis, serta energi dan pemikiran yang masih segar.

Berdasarkan pengamatan saya terhadap gaya hidup mahasiswa di kota Tanjungpinang, maka saya melihat beberapa corak (tipe) mahasiswa di kota Tanjungpinang, yaitu:

  1. Tipe Kupu-Kupu

Kupu-kupu adalah akronim dari Kuliah pulang-kuliah pulang. Mahasiswa tipe ini datang kuliah kemudian setelah dapat waktunya pulang maka mahasiswa pulang begitu saja. Mereka sangat rajin kuliah, jarang absen dan nilai mereka aman serta perolehan IP (Indeks Prestasi) selalu tinggi tetapi mereka kurang memperhatikan masalah sosial yang ada di lingkungannya. Kelebihannya adalah mereka sangat fokus kuliah tapi kelemahannya adalah wawasan mereka tidak terlalu luas dan disisi lain mahasiswa seperti ini gak jelas arah dan tujuan nya.

  1. Tipe Kunang-kunang

Kunang-kunang adalah singkatan dari Kuliah nongkrong-kuliah nongkrong. Tipe ini adalah mahasiwa yang sangat suka menongkrong bersama teman-temannya. Mahasiswa seperti ini akan sering terlihat di kantin, kedai kopi, dan lain-lain. Mereka sering berlama-lama bercerita di suatu tempat. Kelebihannya adalah mereka mempunyai banyak teman dan merasa hidup santai namun kelemahannya adalah waktu perkuliahan mereka terkadang terlalaikan.

  1. Tipe Kura-kura

Kura-kura adalah adalah singkatan dari Kuliah rapat-kuliah rapat. Tipe ini adalah mahasiswa yang menyibukkan diri dengan berbagai organisasi sehingga waktu mereka banyak tersita untuk mengikuti rapat-rapat, mereka jeli untuk melihat masalah-masalah sosial yang ada di sekitarnya dan cenderung mencampuri polemik yang sedang terjadi. Kelebihannya adalah mereka mempunyai wawasan dan pengalaman yang cukup luas dan mereka mempunyai kemampuan khusus dalam berorganisasi, berdiskusi, melobi, membangun jaringan kerja, sedangkan kekurangannya adalah mereka terkadang lupa menyisihkan waktu untuk mengurus diri sendiri.

  1. Tipe Capung

Capung adalah singkatan Cari pinjaman utang, tipe seperti ini adalah mahasiswa yang terlalu boros sehingga uang yang diberikan oleh orangtuanya selalu kurang dan ia harus berusaha untuk meminjam uang temannya atau orang lain untuk menutupi banyaknya keinginan-keinginannya yang harus dibeli. Orang yang bertipe capung akan merasa senang ketika keinginannya terpenuhi namun kekurangannya ialah ia akan kecanduan untuk menghambur-hamburkan uang.

  1. Tipe Kumbang

Kumbang adalah singkatan dari Kemanapun bimbang, tipe ini biasanya ada pada mahasiswa yang tidak berpendirian. Mereka sering bimbang ketika menentukan suatu pilihan. Mahasiswa seperti ini sering ikut-ikutan kemanapun temannya pergi, namun mereka tetap bimbang dan gelisah.

  1. Tipe Kelabang

Kelabang adalah singkatan dari Keliaran bangga, corak ini mudah kita temukan diantara mahasiswa karena banyak mahasiswa yang mempunyai gaya hidup berkeliaran setiap waktu. Biasanya mahasiswa seperti ini sering belanja ke pusat perbelanjaan, jalan-jalan ke tempat rekreasi, kafe, dan berbagai tempat lain.

  1. Tipe Lalat

Lalat adalah singkatan dari Selalu telat. Pada tipe ini mahasiswa sangat sering terlambat. Mahasiswa tipe ini biasanya selalu terlambat datang ke kampus atau masuk ke kelas, mengumpulkan tugas, mendapatkan informasi, dan lama menyelesaikan proses perkuliahan atau yang kerap disebut mapala (mahasiswa paling lama) .

  1. Tipe Nyamuk

Nyamuk adalah singkatan dari Nyari muka (mencari muka), biasanya tipe mahasiswa seperti ini mudah kita jumpai dan kebiasaannya adalah mencari muka, menyodorkan diri sendiri secara berlebihan kepada dosen atau orang lain, bahkan terkadang tipe seperti ini mau menjatuhkan citra orang lain hanya untuk menonjolkan diri sendiri. Tipe ini biasanya disebut penjilat.

  1. Tipe Kuda

Kuda adalah singkatan dari Kuliah dagang. Tipe mahasiswa ini melakukan kuliah dan berdagang. Mereka biasanya berusaha menghasilkan uang dengan usaha-usaha seperti menjual makanan, minuman, pulsa, barang-barang second, alat elektronik, bahan kosmetik, dll. Mereka mempunyai niat untuk berbisnis, bekerja keras, dan mandiri, namun resikonya adalah apabila mereka lebih menyukai bisnisnya daripada perkuliahannya.

  1. Tipe Kudeta

Kudeta adalah singkatan dari Kuliah demonstrasi, tipe ini ditujukan kepada mahasiswa yang sering melakukan demontrasi, mereka sering mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah atau apa pun yang dianggap salah. Di satu sisi, demonstrasi yang dilakukan adalah wajar karena negara kita adalah negara demokrasi dan apa yang dilakukan oleh mahasiswa adalah untuk memperjuangkan keadilan rakyat, namun hal yang tidak baik adalah aksi yang sampai kepada tindakan anarkis dan merusak fasilitas yang ada. Mahasiswa yang ideal dan sebagai akademisi juga bisa menyampaikan aspirasi melalui pemikiran-pemikiran yang ilmiah.

  1. Tipe Kuper

Kuper adalah singkatan dari Kuliah perpustakaan. Tipe mahasiswa seperti ini adalah orang yang sangat rajin ke perpustakaan untuk membaca buku, menambah pengetahuan baru dan mengerjakan tugas. Mereka mempunyai prinsip “Setiap waktu luang adalah ke perpustakaan.” Tipe ini adalah bagus dan biasanya mereka adalah orang pintar, namun terkadang mereka tidak mempunyai waktu untuk berteman, dan sering juga disebut kurang pergaulan.

  1. Kuker

Kuker adalah singkatan dari Kuliah kerja. Selain kuliah mahasiswa seperti ini melakukan pekerjaan. Tipe ini mempunyai sedikit sama dengan tipe kuda, namun pekerjaan dalam tipe ini lebih luas. Mereka harus membagi waktu untuk perkuliahan dan pekerjaan. Beberapa motivasi mereka adalah untuk membiayai perkuliahan sendiri dan menambah uang.

By:Yosua situmorang (IAN)

Editor: budi prasetyo(IP)