Semua artikel oleh persmakreatif

Penutupan PKKMB menumbuhkan mahasiswa baru bertalenta

Tanjungpinang, PersmaKreatif.mahasiswa.ac.id- Hari terakhir penutupan PKKMB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMRAH, sebanyak 417 mahasiswa baru FISIP telah mengikuti PKKMB selama dua hari, difasilitasi media hiburan sebagai penyaluran bakat dari setiap mahasiswa baru. Kamis (22/08).

Dengan berakhirnya PKKMB, pihak fakultas memberikan hiburan didataran FISIP, mahasiswa baru sangat berantusias dalam memeriahkan acara tahunan PKKMB, selain sebagai media penghibur, pihak fakultas ingin hiburan dapat menumbuhkan bibit unggul mahasiswa bertalenta dalam bernyanyi, puisi, berpantun, serta bakat lain dari setiap mahasiswa baru.

Di hari kedua ini mahasiswa di alihkan ke jurusan masing-masing untuk memperkenalkan alumni serta dosen dari setiap jurusan.

Nanik Rahmawati. S.Sos., M.Si selaku Wadek I FISIP-UMRAH dalam penyampaiannya untuk menutup PKKMB 2019 memberikan arahan kepada mahasiswa baru jika terjadi tindakan yang tak wajar terhadap maba dapat melapor ke pihak fakuktas.

“Bagi mahasiswa baru FISIP UMRAH sesuai dengan penyampaian pembukaan PKKMB jika sekiranya dalam pelaksanaan PKKMB selama 2 hari ini terdapat kekerasan dan tindakan yang tidak memperilakukan manusia sewajarnya manusia, mahasiswa dapat melaporkan kepada pihak fakultas” ujarnya di akhir penutupan.

Akhir acara penutupan PKKMB di tutup oleh Wadek I dan mahasiswa baru dipulangkan tepat pada pukul 16.00 wib. Sesuai dengan arahan fakultas dan panitia pelaksana. (Adjie18)

PKKMB FISIP dibuka, awal bibit baru FISIP

Tanjungpinang, Persmakreatif.ac.id – Lagi-lagi Auditorium UMRAH dipenuhi oleh mahasiswa baru (maba) angkatan 2019. Sejumlah 417 maba FISIP mengikuti PKKMB ditingkat fakultas. Nazaki, S.Sos., M.Si ketua program studi Ilmu Pemerintahan selaku ketua pelaksana pada kegiatan tersebut, Rabu (21/08)

Selain dihadiri oleh maba dan panitia, auditorium juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yaitu Dr. Oksep Adhayanto SH., MH, Wakil Dekan I Ibu Nanik Rahmawati, S.Sos., M.Si, Wakil Dekan II Bapak Ramadhani Setiawan, M.Soc., Sc, Ibu-Bapak Ketua program studi, dan Dosen serta Tenaga Pendidik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

“Selamat datang pada maba Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2019 dengan jumlah 417 mahasiswa, menambah jumlah deratan mahasiswa FISIP kita yang sekarang mencapai hingga 2.000 mahasiswa”, ujar Bu Wadek I saat membuka acara secara resmi.

Pembacaan do’a dilakukan agar acara berjalan dengan baik, dilanjutkan foto bersama dengan seluruh maba dan para hadirin serta panitia PKKMB FISIP 2019. Setelah itu dilanjutkan dengan coffe break.

Acara resmi dibuka, maka dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ibu Wakil Dekan I. Materi yang disampaikan mencakup dua pokok, yaitu:
1. Pengenalan nilai budaya, etika, tata krama, dan norma kehidupan kampus, plagiarisme, pencegahan kekerasan seksual di kampus, dan terampil serta bijak dalam berkomunikasi melalui media sosial, dan
2. Peraturan akademik.
Adapun yang bertindak sebagai moderator ialah Muhammad Ade.

Dengan penyampaian materi yang terkesan santai, menarik perhatian maba untuk aktif dengan mengajukan pertanyaan seputar plagiarisme, khususnya terkait plagiat tanda tangan dosen dengan dalih dosen sulit ditemui.

Hal tersebut ditanggapi Bu Wadek dengan baik. Meniru tanda tangan dilakukan oleh mahasiswa dengan dalih katanya dosen tidak ada, katanya dosen keluar kota, dan katanya dosen sulit ditemui. Mahasiswa itu selalu dikaitkan dengan “katanya”, ucap Wadek I. Beliau juga menegaskan sebagai mahasiswa jangan mudah percaya dengan katanya, kita harus mencari tahu terlebih dahulu kebenaran yang ada. Jika dosen tidak ada, dapat kita tanyakan langsung ke prodi masing-masing. Tentunya Ketua prodi tahu dimana dosen tersebut.

Penyampaian materi selanjutnya, disampaikan oleh Bapak Wakil Dekan II. Sesi tersebut dimoderatori oleh Dewi Ayu Saputri. Materi tersebut dibagi menjadi 5 pokok, yaitu:
1. Fasilitas,
2. Realisasi UKT di fakultas,
3. Prosedur perencanaan dan realisasi anggaran,
4. Cuti dan alpha studi, dan
5. Beasiswa.

Wadek II menyampaikan terkait fasilitas fakultas kita mulai membaik dari tahun ke tahun dengan 15 ruangan kelas yang ada dan akan dibuat lab.komputer guna menunjang mahasiswa FISIP mampu berbahasa Inggris, begitu harapannya.

Terkait beasiswa menjadi topik yang paling didengarkan oleh maba. Pertanyaan-pertanyaan muncul mengenai beasiswa, baik beasiswa Bidikmisi, Bank Indonesia, BAZNAS, PPA, dan lainnya. (Dewi)

Kuliah Umum Serta penandatanganan Mou FISIP UMRAH dan Ombudsman

Tanjungpinang, Persma Kreatif FISIP UMRAH- Kuliah umum dan Penandatanganan perjanjian kerjasama antara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji dengan Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Kepulauan Riau. diselenggarakan pada Rabu (21/08) di Auditorium Universitas Maritim Raja Ali Haji, Dompak.

“Kami juga tidak mau sembarang MoA (memorandum of Agreement), karena dari MoA itu bagaimana mengimplementasikan MoAnya.” ujar Dr. Oksep Adhayanto, M.H. selaku Dekan FISIP UMRAH dalam kata sambutannya.

“Saya berharap memang tidak hanya sebatas magang bersama dengan Ombudsman, bisa ke lain-lainnya dalam rangka meningkatkan kualitas mahasiswa kami.” Tambahnya menjelaskan.

Kemudian dilakukan penandatanganan kerjasama, serah terima dan juga foto bersama.

Usai penandatanganan tersebut dilanjutkan dengan kuliah umum yang dipaparkan oleh Agung Setio Apriyanto, SH., MH selaku Kepala Keasistenan Pencegahan Ombudsman Kepri

Ombudsman adalah lembaga negara di Indonesia yang mempunyai kewenangan mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik baik yang diselenggarakan oleh penyelenggara negara dan pemerintahan, termasuk yang diselenggarakan oleh badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, dan badan hukum milik negara serta badan swasta atau perseorangan yang diberi tugas menyelenggarakan pelayanan publik tertentu yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara atau anggaran pendapatan dan belanja daerah.

Permasalahan terhadap pelayanan publik yang sering terjadi yaitu pemadaman listrik, ketidaklancaran air dari PDAM, Serta masih banyak lagi. Tetapi kini sudah mulai terjadi perubahan.

“Dulu listrik sering padam, tetapi sekarang udah nggak lagi. Begitu pula air, yang dulunya sering tidak jalan sekarang sudah lancar” tutur Reyhan, salah satu mahasiswa ilmu pemerintahan.

Bukan hanya itu saja, menurut salah satu Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara yang berasal dari Jawa tengah mengungkapkan, mengurus pemindahan kependudukan hanya diperlukan satu hari saja.

Jika terjadi permasalahan dalam pelayanan publik, masyarakat diharapkan tidak diam saja. Masyarakat harus mendapatkan hak haknya, dimana pun ia tinggal karena merupakan kewajiban suatu negara. Masyarakat perlu tau persyaratan, prosedur, dan harga semua harus jelas sesuai dengan standar pelayanan.

Didunia terdapat 170 lembaga ombudsman, bertugas sebagai pendamping di masyarakat. Di Indonesia Ombudsman hadir di tahun 2000 pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid. Lembaga Ombudsman dibentuk berdasarkan Undang Undang no 37 tahun 2008.  (Azra,Christina)

Selamat Datang Mahasiswa Baru tahun 2019

Tanjungpinang, Persmakreatif.ac.id – Senin (19/8), halaman rektorat Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) di penuhi oleh Mahasiswa Baru (Maba) tahun akademik 2019-2020.

Lebih dari 1.301 maba mengikuti Pra PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) yang dilaksanakan hari ini. Selain dipenuhi maba, tak lupa sejumlah panitia turut serta dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ayu Diah selaku Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP tengah memberi arahan kepada maba FISIP UMRAH.

Kegiatan PKKMB akan di mulai pada keesokan harinya dan berlangsung selama 3 hari. Untuk kegiatan akan dilaksanakan sehari di tingkat Universitas dan 2 hari akan dilaksanakan di tingkat Fakultas. (Dewi)

BERKURANGNYA IKAN DILAUTAN KU

Opini dari Feni Yanto Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan, UMRAH

Perkembangan sektor perikanan saat ini bisa dikatakan cukup baik, dengan Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki lautan yang lebih luas dibandingkan daratan, kurang lebih 96% luas lautan dan 4% luas daratan. Indonesia memiliki sumberdaya perikanan yang beragam, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau, sumberdaya perikanannya cukap berlimpah, dan memiliki ekosistem terumbukarang, lamun dan mangrove yang masih terjaga kelestariannya.

Pulau Tarempa Timur terletak di Kabupaten Kepualaun Anambas yang merupakan slah satu bagian dari Provinsi Kepulauan Riau, yaitu merupakan tempat tinggal saya. Aktifitas perikanan di Kabupaten Kepulauan Anambas cukup padat, berupa nelayan yang menangkap ikan menggunakan pancingan, bubu, jaring ingsang, bagan, kelong dan masih banyak lagi alat tangkap yang nelayan gunakan.

Bukan hanya ikan saja yang menjadi target nelayan tetapi juga gamad menjadi salah satu target tangkapan nelayan karna memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, dengan menggunakan mesin kompresor nelayan berani menyelam ke laut dengan kedalaman 6-7 meter bahkan lebih untuk mendapatkan gamad, dengan bermodalkan selang oksigen yang terhubung di atas pompong, penyelaman itu mereka lakukan tanpa bantuan alat selam seperti scuba yang sudah dijamin setandarnya. Aktifitas perikanan lainnya yang ada di Anambas berupa keramba apung dan keramba tancap milik nelayan, didalam keramba itu banyak terdapat bermacam jenis ikan kerapu yang dilakukan pembesaran dikeramba tersebut dan juga ikan napoleon yang memiliki harga jual tinggi dan menjadi ikan yang dilindung karna terancam punah banyak terdapt di perairan Kepulauan Anambas, benih ikan napoleon itu ditangkap langsung oleh nelayan di alamnya dan hasil tangkapan tersebut biasanya langsung dijual atau dilakukan pembesaran dikeramba, dan setelah berukuran cukup besar maka ikan tersebut dijual. Jika hal ini tidak dilakukan pengelolaan oleh pemerintah bisa jadi ikan tersebut betul-betul punah.

Sewaktu saya kecil, saya sering memancing di pinggir pantai, di dermaga bahkan dipelantar rumah warga yang berada di pinggiran pantai. Memancing untuk mendapatkan ikan bisa saya katakana sangat mudah, karna dengan bermodalkan pancingan dan umpan seadanya saja saya bisa mendapatkan ikan cukup banyak untuk dijadikan lauk, dan juga jika kita berdiri di dermaga dan melihat ke dalam air, masih banyak dijumpai berbagai jenis ikan, tetapi lama kelamaan dengan perkembangan jaman seperti sekarang ini sudah jarang saya jumpai ikan ikan di dermaga dan pingiran pantai. Bahkan disaat saya menduduki bangku sekolah SMA saja sudah sulit bagi saya untuk mendapatkan ikan di dermaga, dan pinggiran pantai, apa lagi sekarang saya sudah memduduki bangku perkuliahan, amat sulit bagi saya sekarang memancing di dermaga dan pinggiran pantai untuk mendapatkan ikan. “Sekarang ikan sudah susah untuk didapatkan, harus memancing dilaut jauh dulu baru bisa mendapatkan ikan yang harga jualnya tinggi” ujar Eman selaku nelayan setempat. Sebenarnya apa sih yang terjadi? dan kemana perginya ikan-ikan yang dulunya bayak dipinggiran pantai? Itu semua karna kurangnya pengelolaan pemerintah dan membiarkan reklamasi pantai serta pembangunan yang dilakukan di pinggiran pantai. Harapannya semoga pemerintah bisa memperbaiki sistem pengelolaan perikanan supaya kedepannya biota tidak terancam punah.***

URGENSI PENGELOLAAN PERIKANAN

Opini Dari: Muhammad julianto
Mahasiswa Manajemen sumberdaya perairan UMRAah

Pengelolaan sumberdaya perikanan ialah pendekatan pengendalian upaya penangkapan didasarkan pada hasil tangkapan maksimum agar dapat menjamin kelestarian sumberdaya ikan dan ekosistemnya. Konsep tujuan pengelolaan perikanan adalah pemanfaatan dalam jangka panjang atas sumberdaya perikanan secara berkesinambungan.
Perlukah pengolaan perikanan dilakukan sejak dini?

Dahulu kita sering memanfaatkan berbagai sumberdaya dalam aspek perikanan untuk kehidupan sehari-hari, seperti halnya terjun dalam bisnis perdagangan sumberdaya laut, layaknya menambah nilai sumberdaya dengan pengolahan yg beragam. Namun tahukah Anda, jika dilihat dari keadaan dan situasi saat ini, apakah sumberdaya yg ada di daerah kita akan tetap sebagaimana mestinya, tentu tidak bukan. Kita telah mendengar bahwa begitu banyak kasus tentang berkurangnya populasi ikan dan biota laut lainnya maupun rusaknya ekosistem.

Hal itu biasanya disebabkan oleh penangkapan yg berlebihan, penggunaan alat tangkap yg illegal, dan yg masih kejadian hangat saat ini pencemaran laut yg disebabkan oleh sampah plastic. Siklus itu akan terus berulang, kalau seandainya kita belum mempunyai keasadaran mencintai lingkungan sehingga kita belum ada tindakan mencegah dari hal-hal merusak lingkungan sekitar, dan juga akan menjadi dampak buruk yg besar untuk generasi mendatang.

Adakah langkah untuk memulihkan populasi perikanan dan ekosistem laut?.
Jangan khawatir, ada beberapa perencanaan yg bagus untuk memulai dan memulihkan system pengelolaan. Seperti Aspek berikut.

1. Peningkatan Produksi Ikan
Peningkatan produksi perikanan tangkap dan perikanan budidaya untuk memenuhi kebutuhan domestik dan eksport dan Pengelolaan usaha perikanan secara berkelanjutan.

2. Peningkatan Konsumsi Ikan
Peningkatan sarana dan prasarana pemasaran dalam rangka meningkatkan mutu dan keamanan pangan.

3. Peningkatan Daya Saing Dan Nilai Tambah
Peningkatan mutu produk perikanan dan Pengendalian impor.

4. Pengembangan Ekonomi Kelautan
Pendayagunaan pulau-pulau kecil dan kawasan konservasi untuk meningkatkan keekonomian sd. Kelautan.

5. Pertahanan Keamanan Laut
Meningkatkan koordinasi dan kerjasama pengelolaan wilayah laut dan meningkatkan kerjasama dalam pengelolaan wilayah laut dan pengamanan wilayah dari pemanfaatan SDK yang merusak.

6. Tata Kelola Pengaturan tata ruang laut.
7. Pengurangan Dampak Bencana Pesisir Dan Pencemaran Laut, Peningkatan ketahanan masyarakat pesisir terhadap bencana laut dan penanganan pencemaran laut dan Penanaman mangrove di kawasan pesisir yang rusak

8. Sumber Daya Manusia
Meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan dan pengetahuan, terutama terkait dengan peningkatan wawasan bahari dan peningkatan kapasitas masyarakat dengan berorientasi pada permintaan.

9. Peningkatan Kesejahteraan Pelaku Usaha Perikanan/masyarakat pesisir.Peningkatan program kehidupan nelayan berbasis usaha perikanan.

Itulah beberapa upaya yg bisa kita lakukan dalam mengelola sumberdaya agar lebih baik, sebagai contoh kita selaku pihak masyarakat juga bisa turut andil dalam menjaga lingkungan laut maupun pesisir dengan cara melakukan penanaman bibit mangrove, supaya agar ekosistem perikanan terjaga habitatnya dan akan menguntungkan perekonomian masyarakat local pesisir, karena adanya sumberdaya perikanan berasal dari ekosistem dan habitat yg bagus.***

Indahnya Daratanku, Rusaknya Lautku.

Nama : Danty Trie Jayanti Jurusan : Manajemen Sumberdaya Perairan

Jika mendengar “Indahnya daratanku, rusaknya lautku?” tentu saja kita akan berbicara tentang Reklamasi.
Menurut Kamus Besar Indonesia, reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan dengan tujuan menambah luasan daratan untuk suatu aktivitas yang sesuai di wilayah tersebut dan juga di manfaatkan untuk konservasi wilayah pantai.

Reklamasi tentu saja berhubungan dengan pembangunan yang berlandaskan demi masa depan manusia yang utuh dan luhur. Karena itu, ia harus berkelanjutan agar pembentukan pembangunan dapat terwujud. Tetapi timbul pertanyaan “untuk apa dan siapa” proyek pembangunan ini di lakukan?
Jika manusia adalah alasan utama terjadinya pembangunan ini, maka tiap warga berhak terlibat didalamnya, dan sesuai dengan persyaratan. Tapi jika pelakunya adalah pemerintah, maka pembangunan harus terawasi oleh mereka yang bakal terkena dampaknya.

Reklamasi pantai sudah lama dilakukan banyak negara berpantai dan berpelabuhan di dunia. Berbagai alasan dilakukan untuk pelaksaan proyek ini. Bagi negara demokrasi, hak rakyat itu utama dan oleh sebab itu keterbukaan rencana merupakan kewajiban untuk diketahui oleh mereka yang akan terkena dampaknya.

Reklamasi Anjungan Tepi Laut Tanjungpinang, adalah proyek besar yang terjadi di tengah kota. Reklamasi anjungan tepi laut dilihat dari sisi pembangunan sangatlah baik, karena selain menambah estetika keindahan dari tanjungpinang itu sendiri juga dapat menjadi daya Tarik wisata bagi turis negeri maupun luar negeri. Tapi jika kita melihat dari sisi perikanannya bagaimana? Sisi lingkungannya bagaimana?. Kegiatan proyek pembangunan ini dapat berdampak buruk bagi ekosistem yang ada di laut. contohnya saja di anjungan tepi laut memiliki ekosistem lamun yang memiliki peranan penting bagi biota laut, seperti daerah asuhan, mencari makan, serta peredam gelombang. Banyak biota laut baik flora maupun fauna yang mati akibat penimbunan tanah urugan.

Kegiatan masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan akan terpengaruh dikarenakan proyek tersebut dapat mempengaruhi ikan, dikarenakan daerah ekosistemnya dalam berasosiasi telah rusak, yaitu padang lamun.
Dan ditambah lagi jika kegiatan ini tidak diperhatikan dengan baik dapat menyebabkan banjir akibat limpasan air laut. Jika masyarakat disekitar membuang sampah di laut seperti yang dilakukan di pelantar 2 maka tidak memungkiri bahwa akan terjadinya banjir ke daratan.

Hal ini harusnya di perhatikan dalam pengelolaan perikanan dan perairannya, jangan hanya demi keindahan daratan, lautan yang merupakan kekayaan sesungguhnya rusak begitu saja. Pengelolaan berkelanjutan harusnya di lakukan agar generasi yang akan mendatang dapat merasakan dan menikmati keindahan sesungguhnya, Kekayaan Indonesia, kekayaan Kepri yang sebenarnya. ***

HIMA Negara FISIP UMRAH gelar kegiatan voice of mahasiswa

Tanjungpinang, Persma Kreatif FISIP UMRAH-Himpunan mahasiswa Ilmu Administrasi Negara FISIP UMRAH menggelar kegiatan voice of mahasiswa dengan tema “Eksistensi Buruh dalam menunjang pembangunan berkelanjutan (sustainable development) di kota Tanjungpinang”.

“Tujuan dari tema ini adalah kita mencoba menggali bagaimana peran Buruh di kota Tanjungpinang dalam hal berkelanjutan. Dengan adanya serikat Buruh, dengan adanya serikat pekerja sebenarnya apa fungsinya untuk pembangunan di daerah kita” ujar Muslim Hamdi selaku ketua himpunan mahasiswa Ilmu Administrasi Negara .

Dengan menghadirkan 4 Narasumber yaitu Bapak Ruli Friady, S.Sos , M.Si dari Badan Perencanaan pembangunan serta penelitian dan pengembangan kota Tanjungpinang. Ibu Ayodhia, SE,. M.T, selaku kepala bidang hubungan industrial dan jamsos, Dinas tenaga kerja dan transmigrasi provinsi KEPRI. pemateri ketiga yaitu Bapak Dr. Adji Suradji Muhammad S.Sos M.si. dari akademi universitas maritim raja Ali haji. Dan yang terakhir adalah Bapak Afyendri selaku ketua konfederasi serikat pekerja seluruh Indonesia kota Tanjungpinang. Kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis (02/05) di Aula Bulang Linggi, kantor Arsip Tanjungpinang.

Acara ini Dibuka langsung oleh Bapak Edison S.AP,. M.PA. Selaku Sekretaris Program studi Ilmu Administrasi Negara. Ia mengatakan bahwa momentum mayday ini untuk menunjukkan peran serta mahasiswa atas partisipasi aktif dalam dimensi pembangunan sebagai salah satu tugas mulia mahasiswa yakni berpartisipasi dalam pengabdian masyarakat.

Pemateri pertama yaitu Bapak Ruli Friady, S.Sos , M.Si, dari Badan Perencanaan pembangunan serta penelitian dan pengembangan kota Tanjungpinang. Dengan subtema pembangunan program ketenagakerjaan berkelanjutan di Pemko Tanjungpinang. Ia menjelaskan tentang strategi dan kebijakan yang telah dibuat pemko Tanjungpinang yang dijangka untuk 5 tahun kedepan.

Pemateri kedua yaitu Ibu Ayodhia, SE. M.T, selaku kepala bidang hubungan industrial dan jamsos, Dinas tenaga kerja dan transmigrasi provinsi KEPRI. Dengan
Subtema memandang buruh sebagai tenaga kerja. ” Pemerintah memberikan perlindungan bagi tenaga kerja dan pekerja buruh serta menjaga kondisi hubungan industrial yang kondusif” ujarnya.
pemateri ketiga yaitu Bapak Dr. Adji Suradji Muhammad S.Sos,. M.Si, dari akademi Universitas Maritim Raja Ali Haji. Dengan subtema “mengkaji peraturan tentang buruh (sesuai atau tidaknya)”.

Dan pemateri yang terakhir adalah Bapak afyendri selaku ketua konfederasi serikat pekerja seluruh Indonesia kota Tanjungpinang dengan subtema “Bagaimana peran serikat buruh dalam peningkatan kualitas buruh di Tanjungpinang”.

Acara ini ditutup langsung oleh Moderator, lalu Kemudian pemberian plakat dan foto bersama.

(Azra)

Aliansi Jurnalis Independen Bersama Persma Kreatif Gelar Nobar “Sexy Killers” Watchdoc

Tanjungpinang, Persmakreatif.mahasiswa.ac.id-UKM Persma Kreatif FISIP UMRAH mengadakan Nonton Bareng (nobar)  di kedai kopi alibi depan MAN Tanjungpinang pada hari Sabtu (13/04).

Sexy killers merupakan dokumentasi perjalanan 14 videografer dan 2 underwater fotografer selama satu tahun yang menguak tentang eksploitasi batu bara. Film yang diproduksi oleh watchdoc ini mengungkap bagaimana bahaya nya batu bara serta dampak-dampak yang ditimbulkan nya, baik untuk masyarakat maupun lingkungan.

Nonton bareng yang diadakan pada malam minggu ini di hadiri oleh sederet tamu penting sebagai Pemantik Diskusi yaitu Presiden Air Lingkungan dan Manusia (ALIM) Kherjuli, Jailani selaku ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Nikolas Panama selaku Jurnalis sebagai penyampaian pemantik diskusi, Perry Rahendra selaku tentang hukum dan beberapa mahasiswa yang ikut gabung menyaksikan film dengan durasi 88 menit ini.

Setelah Menonton Film tersebut, sesi diskusi dilakukan dengan pemantik diskusi pertama Nikolas Panama yang membahas tentang tambang bauksit yang ada di bintan serta menjelaskan dampak kesehatan bagi masyarakat.

“Banyak dampak negatif dari pertambangan bauksit bagi masyarakat yaitu bekas galian itu banyak dijumpai di Tembeling banyak lobang lobang di belakang sekolah SMA 1 teluk bintan. Yg di khawatirkan yaitu anak-anak bisa jatuh karena tidak ada pagar. Dampak bagi sektor kemaritiman dengan visi pemerintah ingin mensejahterakan masyarakat ternyata bertolak belakang dengan apa yang terjadi selama setahun terakhir ini, bauksit mengandung bahan aluminium besi dan lain lain yang ketika tumpah kelaut akan mematikan ekosistem yang ada dilaut,” ujarnya.

Selain itu Presiden air juga mengapresiasikan film dokumenter ini dan melihat beberapa hal menarik serta menjelaskan bagaimana dilematis negeri ini.

”Menarik film ini yang dibuat dari waktu kewaktu dengan pola investigasi dan dia sengaja mengambil momen penting dimana sesuai dengan amanat uud 1945 pasal menyatakan bahwasanya setiap warga negara berhak mendapatkan lingkungan yang baik. Seperti inilah dilematis negri ini karena dalam amanat uud 1945 disebutkan bumi air dan kekayaan alam yang terkandung didalam nya itu dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat dan sampai hari ini tidak ada larangan atas kegiatan pertambangan hanya di perbaiki. Negara juga memandang sumberdaya alam itu yang dikuasi negara harus memberikan kemakmuran. Nah persoalan nya dalam proses justru malah memberikan dampak buruk kepada masyarakat yang terkena dampak dari proses produksi distribusi tongkang ke jawa serta proses operasinya lagi oleh pltu karena masih memanfaat kan batu bara sebagai sumber energi karena murah,” kata Kherjuli.

Respon terhadap penonton sangat antusias, dalam sesi diskusi salah seorang mahasiwa juga melontarkan pertanyaan kepada pemateri yang hadir.

“Pasal 33 ayat 3 yang berbunyi bumi air dan kekayaan alam yang terkandung didalam nya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar besar kemakmuran rakyat. Saya rasa bentuk kekayaan yang dikuasai negara saya sudah nampak yang ingin saya sampaikan setelahnya adalah indonesia adalah negara agraris dan yang disampaikan bapak tadi kepentingan korporat dan konspirasi korporat itu bagaimana daerahnya dikuasai dan lautnya dikuasai juga, lalu seperti apa konsep teoritis soal itu?” tanya yuda putra

Diakhir penutup Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menyampaikan apa yang dapat di petik dalam film ini serta menjelaskan 3 PLTU di kepri yang juga ikut menggunakan batu bara

“ batu bara kita di provinsi kepri ini khususnya batam tanjungpinang dan karimun turut menjadi masyarakat yang bertanggung jawab terhadap kerusakan lingkungan yang ada dikalimantan sana. Karena di batam karimun tanjungpinang ada 3 PLTU. Di Batam PLTU Tg Kasam itu membutuhkan sekitar 40.000 ton batu bara 1 bulan. Kemudian PLTU karimun membutuhkan sekitar 18.000 ton perbulan. Di galang batam sekitar 7.000-8.000 ton batu bara perbulan. Jika membahas tambang ada konsekuensi positif dan negatifnya juga” tutup Jailani

Dapat ditarik kesimpulan bahwa pertambangan batu bara banyak memiliki dampak negatif bagi masyarakat dan juga alam sekitar. Dampak buruk bagi masyarakat yaitu terhirupnya debu debu halus dari pertambangan batu bara sehingga timbul penyakit, serta rusaknya terumbu karang karena lewatnya kapal tongkang yang membawa batu bara. Masyarakat sangat berharap pemerintah bisa menyelesaikan permasalahan batu bara ini dan segera mencari solusi untuk kedepan nya.(rindi)

Audiensi tidak membuahkan hasil, mahasiswa konsolidasi ulang terkait masalah Bus

Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji UMRAH kembali duduk bersama untuk melakukan kegiatan konsolidasi yang dihadiri sekitar 30 orang terkait tindak lanjut audiensi yang di selenggarakan pada hari Senin (8/4).

Presiden mahasiswa UMRAH mengatakan bahwa rapat pada sore ini berfokus membahas transparansi anggaran terkait fasilitas di kampus.

“Secara pokoknya kita membahas transparansi anggaran terkait dengan fasilitas, bus dan juga tranparansi anggaran belanja pegawai yang ada di universitas” ujar Presiden mahasiswa UMRAH Rindi Afriandi.

Rindi juga mengatakan akan mengirim surat ke pihak rektorat, jika surat nya tidak keluar akan di diskusi kan kembali untuk tindak lanjutnya, mengenai audiensi kemarin peserta audiensi mahasiswa keluar itu dikarenakan tidak menemukan jawaban untuk solusi perbaikan fasilitas kampus dan di klaim hanya mahasiswa FISIP saja yang menghadiri audiensi tersebut. (Zainab)