Semua artikel oleh persmakreatif

Konsisten Gelar Acara Tahunan, Prodi Ilmu Hukum Menjadi Panutan

TANJUNGPINANG, PERSMAKREATIF.ac.id – Mahasiswa prodi ilmu hukum gelar Pekan Kajian Hukum (PKH) tahun 2019 di lingkungan FISIP UMRAH. seperti tahun-tahun sebelumnya Acara tersebut dilaksanakan di gedung dan halaman prodi ilmu hukum. Dompak, pada Selasa (19/11).

Pekan Kajian Hukum (PKH) 6th Diesnatalis Prodi Ilmu Hukum berlangsung selama 2 hari, yaitu 18-19 November 2019. Acara tersebut diperuntukkan hanya untuk mahasiswa/i prodi ilmu hukum. Dimana mereka lebih memfokuskan pada mahasiswa/i angkatan 2019.

Kegiatan ini buka oleh dosen prodi ilmu hukum Eno Prasetiawan,S.H., M.H, Dalam hal ini ia mengatakan meningkatkan partisipasi mahasiswa/i, tidak terlepas dari peran serta para dosen di dalamnya.

Sri Wahyuni Putri yang merupakan ketua pelaksana kegiatan ini mengatakan tujuan PKH ini untuk mengeluarkan bakat-bakat mahasiswa kedepannya.

“Tujuan PKH ini untuk menggali potensi-potensi yang ada di mahasiswa ilmu hukum jadi inilah wadah untuk mereka mengeluarkan bakat-bakat mereka”, tutupnya.

(Dewi)

Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Pintar Bersama Rumah Pintar Pemilu

TANJUNGPINANG, Persmakreatif.ac.id – Mahasiswa/i Ilmu Pemerintahan angkatan 2018 FISIP UMRAH mengunjungi Rumah Pintar Pemilu Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kepulauan Riau. Rabu (13/11/2019), bertempat di jalan Basuki Rahmat Kota Tanjungpinang.

Kunjungan mahasiswa/i dalam rangka studi lapangan mata kuliah sistem kepartaian dan pemilu Indonesia.

Mahasiswa/i antusias saat memasuki rumah pintar pemilu. Komentar Tyas salah satu mahasiswi yang berkunjung, “sebagian besar dari kami semua ini merupakan kunjungan pertama kalinya ke rumah pintar pemilu. Kami di sambut dengan hangat, orang-orang di sana baik dan murah senyum.”

KPU Melayani, slogan tersebut benar adanya. Melayani mahasiswa/i yang ada di sana dengan keramahan dan keterbukaan. Tak hanya itu, kesiapan KPU dilihat dengan menghadirkan Komisoner KPU untuk melakukan audiensi bersama mahasiswa/i UMRAH.

Sebelum memulai audiensi, mahasiswa/i dapat melihat-lihat isi dari rumah pintar pemilu terlebih dahulu. Berbagai buku tentang kepemiluan ada di sana, ada miniatur denah pemungutan suara di tps, adanya kotak suara, bilik suara yang tersusun di atas meja, bahkan contoh surat suara ada juga di sana. Tak hanya itu, dinding-dinding rumah pintar pemilu di penuhi ilmu-ilmu yang di kemas rapi di dalam bingkai.

Bingkai diisi berbagai macam materi kepemiluan, sistem pemilu di dunia, penyelenggara pemilu, struktur organisasi KPU, kepengurusan KPU RI periode saat ini, tahapan penyelenggaraan pemilu, peta wilayah daerah pemilihan aggota DPRD Provinsi Kepri, dan masih banyak hal lainnya yang tentunya mengedukasi pengunjung.

Audiensi Komisioner KPU Provinsi Kepri, Bapak Parlindungan Sihombing mengangkat topik sistem dan mekanisme pemilu di Indonesia. Dilanjutkan sesi diskusi dan diakhiri dengan menonton film dokumenter KPU bersama. (Dewi)

Gelar SEMEN ke 2 UKM REACTION Sangat Berpengaruh Bagi Mahasiswa

TANJUNGPINANG, PERSMAKREATIF.MAHASISWA.ac.id- Research and Dedication (Reaction) menggelar Sekolah Menulis (SEMEN) dengan tema “Mencetak Author Milenial Yang Berkompeten” sebanyak 20 mahasiswa IAN yang di bimbing oleh Dr. Adji Suraji Muhammad S.Sos., M.Si sebagai Pemateri SEMEN. Selasa (05/11) Coco Cafe Jl.Pemuda

Kegiatan ini di ikuti seluruh Mahasiswa, mereka sangat antusias dalam kegiatan tersebut, Khairul Ikhsan selaku ketua Research And Dedication mengucapkan terimakasih kepada pemateri dan peserta.

“Dengan terlaksananya kegiatan SEMEN (Sekolah Menulis) vol 2 ini semoga dapat menjadikan mahasiswa lebih aktif menulis serta memahami dalam mengaplikasikan Microsoff word dan Mendeley, dan mungkin kegiatan SEMEN ini tidak hanya berhenti sampai di sini, akan terus berlanjut” ujarnya Khairul Ikhsan.

Dr. Adji Suraji Muhammad S.Sos., M.Si sangat kaget dengan kegiatan ini yang dinilai cukup banyak memberikan manfaat bagi mahasiswa terutama bagi mahasiswa IAN.

“Saya kira acara kita hanya sekedar sharing sharing saja mengenai word dan mendeley, ternyata di sajikan dengan sedemikia rupa oleh UKM baru IAN, Alhamdulilah, ini kegiatan yg sangat bagus bermanfaat agar mahasiswa lebih memahami bagimana membuat makalah yg baik serta dapat membatu di semester akhir nantinya” ujar bpk Adji Suraji Muhammad selaku pematri dalam kegiatan SEMEN.

Tentunya dengan di hadiri pemateri yang ahli di bidangnya membuat mahasiswa lebih ingin tahu mengenai kepenulisan.

Acara di tutup dengan penyerahan pelakat serta foto bersama dengan pemateri.

(Adjie 18)

Dekan FISIP Universitas Andalas Hadir Pada Kuliah Umum FISIP UMRAH

TANJUNGPINANG, PERSMAKREATIF.AC.ID- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji menggelar kuliah umum bersama Dekan Universitas Andalas, Mahasiswa/i Sosiologi FISIP UMRAH yang di dominasi oleh mahasiswa Angkatan 2019 memenuhi ruangan lantai 2 FISIP UMRAH di Dompak, Kamis (7/11/2019).

Hadirnya Dekan FISIP Universitas Andalas (Unand) selain untuk berkunjung juga diadakannya kuliah umum. Dr. Alfan Miko, M.Si. salah satu dosen Sosiologi di Unand sekaligus Dekan FISIP Unand memberikan kuliah umum dengan tema “Perspektif Lansia Pada Etnis Minangkabau”.

Tema yang ada membahas mengenai Sosiologi dikaitkan dengan fenomena lansia (lanjut usia). Bagaimana sosiologi melihat fenomena kehidupan langsung dalam masyarakat yang telah dan sedang mengalami perubahan sosial. Ketertarikan beliau pada Sosiologi karena Sosiologi dapat melihat fenomena-fenomena yang ada. “Fenomena lansia merupakan fenomena yang sangat diperlukan”, ucap Pak Miko.

Lansia atau lanjut usia adalah seseorang yang telah berusia 60 tahun keatas. Ada sebuah ilmu yang khusus mengkaji lansia dari aspek sosial, biologi, dan psikologis yang dikenal dengan Gerontologi.

“Lansia tidak sama dengan jompo”, ujarnya.

Beliau menyampaikan bahwa lansia didasarkan pada batas tua tidak sama dengan konsep jompo.

“Konsep lansia dititiberatkan pada tua kronologis yang di dasarkan batas usia sedangkan konsep jompo berkonotasi ketidakmampuan fisik dan secara sosial tidak lagi berarti meskipun bisa jadi usianya relatif muda”, tutup beliau dengan jelas.

(Dewi)

HIMPUNAN ILMU SOSIOLOGI GELAR PEKAN SENI MAHASISWA

Tanjungpinang, Persmakreatif.ac.id – Himpunan Mahasiswa Sosiologi FISIP UMRAH mengadakan kegiatan Pekan Seni Mahasiswa yang berlangsung selama 2 hari di halaman gedung FISIP, Senin (23/09).

Marisa Elsera S.Sos.,M.Si selaku Ketua Program Studi Ilmu Sosiologi sangat mengapresiasi kegiatan ini dan mengharapkan seluruh kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

Kata sambutan juga ditambahkan oleh Wakil Dekan I Nanik Rahmawati S.Sos.,M.Si sekaligus membuka kegiatn PKM Sosiologi

“Semoga himpunan mahasiswa sosiologi terus memberikan sumbangsih bagi kampus dan mampu menciptakan bibit unggul”, Tutupnya.

Kegiatan ini dibuka langsung dengan penampilan pencak silat oleh Reski Pratama dan Muhammad Haikal mahasiswa dari sosiologi angkatan 2018 Kemudian dilanjutkan dengan Flashmob dance oleh seluruh panitia yang diikuti juga oleh juri dan dosen ilmu sosiologi.

Kemudian pada hari selasa (24/09) acara dilanjutkan penutupan sekaligus pembacaan Pemenang Himsos Got Talent yang dijuarai oleh:

  1. Zainul Fahri (manajemen) – kategori solo vocal
  2. Nur Evi (ilmu hukum) – kategori musikalisasi puisi
  3. Ebenezer Band (ilmu pemerintahan-manajemen) – kategori Akustik. (fel)

Penutupan PKKMB menumbuhkan mahasiswa baru bertalenta

Tanjungpinang, PersmaKreatif.mahasiswa.ac.id- Hari terakhir penutupan PKKMB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMRAH, sebanyak 417 mahasiswa baru FISIP telah mengikuti PKKMB selama dua hari, difasilitasi media hiburan sebagai penyaluran bakat dari setiap mahasiswa baru. Kamis (22/08).

Dengan berakhirnya PKKMB, pihak fakultas memberikan hiburan didataran FISIP, mahasiswa baru sangat berantusias dalam memeriahkan acara tahunan PKKMB, selain sebagai media penghibur, pihak fakultas ingin hiburan dapat menumbuhkan bibit unggul mahasiswa bertalenta dalam bernyanyi, puisi, berpantun, serta bakat lain dari setiap mahasiswa baru.

Di hari kedua ini mahasiswa di alihkan ke jurusan masing-masing untuk memperkenalkan alumni serta dosen dari setiap jurusan.

Nanik Rahmawati. S.Sos., M.Si selaku Wadek I FISIP-UMRAH dalam penyampaiannya untuk menutup PKKMB 2019 memberikan arahan kepada mahasiswa baru jika terjadi tindakan yang tak wajar terhadap maba dapat melapor ke pihak fakuktas.

“Bagi mahasiswa baru FISIP UMRAH sesuai dengan penyampaian pembukaan PKKMB jika sekiranya dalam pelaksanaan PKKMB selama 2 hari ini terdapat kekerasan dan tindakan yang tidak memperilakukan manusia sewajarnya manusia, mahasiswa dapat melaporkan kepada pihak fakultas” ujarnya di akhir penutupan.

Akhir acara penutupan PKKMB di tutup oleh Wadek I dan mahasiswa baru dipulangkan tepat pada pukul 16.00 wib. Sesuai dengan arahan fakultas dan panitia pelaksana. (Adjie18)

PKKMB FISIP dibuka, awal bibit baru FISIP

Tanjungpinang, Persmakreatif.ac.id – Lagi-lagi Auditorium UMRAH dipenuhi oleh mahasiswa baru (maba) angkatan 2019. Sejumlah 417 maba FISIP mengikuti PKKMB ditingkat fakultas. Nazaki, S.Sos., M.Si ketua program studi Ilmu Pemerintahan selaku ketua pelaksana pada kegiatan tersebut, Rabu (21/08)

Selain dihadiri oleh maba dan panitia, auditorium juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yaitu Dr. Oksep Adhayanto SH., MH, Wakil Dekan I Ibu Nanik Rahmawati, S.Sos., M.Si, Wakil Dekan II Bapak Ramadhani Setiawan, M.Soc., Sc, Ibu-Bapak Ketua program studi, dan Dosen serta Tenaga Pendidik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

“Selamat datang pada maba Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2019 dengan jumlah 417 mahasiswa, menambah jumlah deratan mahasiswa FISIP kita yang sekarang mencapai hingga 2.000 mahasiswa”, ujar Bu Wadek I saat membuka acara secara resmi.

Pembacaan do’a dilakukan agar acara berjalan dengan baik, dilanjutkan foto bersama dengan seluruh maba dan para hadirin serta panitia PKKMB FISIP 2019. Setelah itu dilanjutkan dengan coffe break.

Acara resmi dibuka, maka dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ibu Wakil Dekan I. Materi yang disampaikan mencakup dua pokok, yaitu:
1. Pengenalan nilai budaya, etika, tata krama, dan norma kehidupan kampus, plagiarisme, pencegahan kekerasan seksual di kampus, dan terampil serta bijak dalam berkomunikasi melalui media sosial, dan
2. Peraturan akademik.
Adapun yang bertindak sebagai moderator ialah Muhammad Ade.

Dengan penyampaian materi yang terkesan santai, menarik perhatian maba untuk aktif dengan mengajukan pertanyaan seputar plagiarisme, khususnya terkait plagiat tanda tangan dosen dengan dalih dosen sulit ditemui.

Hal tersebut ditanggapi Bu Wadek dengan baik. Meniru tanda tangan dilakukan oleh mahasiswa dengan dalih katanya dosen tidak ada, katanya dosen keluar kota, dan katanya dosen sulit ditemui. Mahasiswa itu selalu dikaitkan dengan “katanya”, ucap Wadek I. Beliau juga menegaskan sebagai mahasiswa jangan mudah percaya dengan katanya, kita harus mencari tahu terlebih dahulu kebenaran yang ada. Jika dosen tidak ada, dapat kita tanyakan langsung ke prodi masing-masing. Tentunya Ketua prodi tahu dimana dosen tersebut.

Penyampaian materi selanjutnya, disampaikan oleh Bapak Wakil Dekan II. Sesi tersebut dimoderatori oleh Dewi Ayu Saputri. Materi tersebut dibagi menjadi 5 pokok, yaitu:
1. Fasilitas,
2. Realisasi UKT di fakultas,
3. Prosedur perencanaan dan realisasi anggaran,
4. Cuti dan alpha studi, dan
5. Beasiswa.

Wadek II menyampaikan terkait fasilitas fakultas kita mulai membaik dari tahun ke tahun dengan 15 ruangan kelas yang ada dan akan dibuat lab.komputer guna menunjang mahasiswa FISIP mampu berbahasa Inggris, begitu harapannya.

Terkait beasiswa menjadi topik yang paling didengarkan oleh maba. Pertanyaan-pertanyaan muncul mengenai beasiswa, baik beasiswa Bidikmisi, Bank Indonesia, BAZNAS, PPA, dan lainnya. (Dewi)

Kuliah Umum Serta penandatanganan Mou FISIP UMRAH dan Ombudsman

Tanjungpinang, Persma Kreatif FISIP UMRAH- Kuliah umum dan Penandatanganan perjanjian kerjasama antara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji dengan Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Kepulauan Riau. diselenggarakan pada Rabu (21/08) di Auditorium Universitas Maritim Raja Ali Haji, Dompak.

“Kami juga tidak mau sembarang MoA (memorandum of Agreement), karena dari MoA itu bagaimana mengimplementasikan MoAnya.” ujar Dr. Oksep Adhayanto, M.H. selaku Dekan FISIP UMRAH dalam kata sambutannya.

“Saya berharap memang tidak hanya sebatas magang bersama dengan Ombudsman, bisa ke lain-lainnya dalam rangka meningkatkan kualitas mahasiswa kami.” Tambahnya menjelaskan.

Kemudian dilakukan penandatanganan kerjasama, serah terima dan juga foto bersama.

Usai penandatanganan tersebut dilanjutkan dengan kuliah umum yang dipaparkan oleh Agung Setio Apriyanto, SH., MH selaku Kepala Keasistenan Pencegahan Ombudsman Kepri

Ombudsman adalah lembaga negara di Indonesia yang mempunyai kewenangan mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik baik yang diselenggarakan oleh penyelenggara negara dan pemerintahan, termasuk yang diselenggarakan oleh badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, dan badan hukum milik negara serta badan swasta atau perseorangan yang diberi tugas menyelenggarakan pelayanan publik tertentu yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara atau anggaran pendapatan dan belanja daerah.

Permasalahan terhadap pelayanan publik yang sering terjadi yaitu pemadaman listrik, ketidaklancaran air dari PDAM, Serta masih banyak lagi. Tetapi kini sudah mulai terjadi perubahan.

“Dulu listrik sering padam, tetapi sekarang udah nggak lagi. Begitu pula air, yang dulunya sering tidak jalan sekarang sudah lancar” tutur Reyhan, salah satu mahasiswa ilmu pemerintahan.

Bukan hanya itu saja, menurut salah satu Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara yang berasal dari Jawa tengah mengungkapkan, mengurus pemindahan kependudukan hanya diperlukan satu hari saja.

Jika terjadi permasalahan dalam pelayanan publik, masyarakat diharapkan tidak diam saja. Masyarakat harus mendapatkan hak haknya, dimana pun ia tinggal karena merupakan kewajiban suatu negara. Masyarakat perlu tau persyaratan, prosedur, dan harga semua harus jelas sesuai dengan standar pelayanan.

Didunia terdapat 170 lembaga ombudsman, bertugas sebagai pendamping di masyarakat. Di Indonesia Ombudsman hadir di tahun 2000 pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid. Lembaga Ombudsman dibentuk berdasarkan Undang Undang no 37 tahun 2008.  (Azra,Christina)

Selamat Datang Mahasiswa Baru tahun 2019

Tanjungpinang, Persmakreatif.ac.id – Senin (19/8), halaman rektorat Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) di penuhi oleh Mahasiswa Baru (Maba) tahun akademik 2019-2020.

Lebih dari 1.301 maba mengikuti Pra PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) yang dilaksanakan hari ini. Selain dipenuhi maba, tak lupa sejumlah panitia turut serta dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ayu Diah selaku Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP tengah memberi arahan kepada maba FISIP UMRAH.

Kegiatan PKKMB akan di mulai pada keesokan harinya dan berlangsung selama 3 hari. Untuk kegiatan akan dilaksanakan sehari di tingkat Universitas dan 2 hari akan dilaksanakan di tingkat Fakultas. (Dewi)

BERKURANGNYA IKAN DILAUTAN KU

Opini dari Feni Yanto Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan, UMRAH

Perkembangan sektor perikanan saat ini bisa dikatakan cukup baik, dengan Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki lautan yang lebih luas dibandingkan daratan, kurang lebih 96% luas lautan dan 4% luas daratan. Indonesia memiliki sumberdaya perikanan yang beragam, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau, sumberdaya perikanannya cukap berlimpah, dan memiliki ekosistem terumbukarang, lamun dan mangrove yang masih terjaga kelestariannya.

Pulau Tarempa Timur terletak di Kabupaten Kepualaun Anambas yang merupakan slah satu bagian dari Provinsi Kepulauan Riau, yaitu merupakan tempat tinggal saya. Aktifitas perikanan di Kabupaten Kepulauan Anambas cukup padat, berupa nelayan yang menangkap ikan menggunakan pancingan, bubu, jaring ingsang, bagan, kelong dan masih banyak lagi alat tangkap yang nelayan gunakan.

Bukan hanya ikan saja yang menjadi target nelayan tetapi juga gamad menjadi salah satu target tangkapan nelayan karna memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, dengan menggunakan mesin kompresor nelayan berani menyelam ke laut dengan kedalaman 6-7 meter bahkan lebih untuk mendapatkan gamad, dengan bermodalkan selang oksigen yang terhubung di atas pompong, penyelaman itu mereka lakukan tanpa bantuan alat selam seperti scuba yang sudah dijamin setandarnya. Aktifitas perikanan lainnya yang ada di Anambas berupa keramba apung dan keramba tancap milik nelayan, didalam keramba itu banyak terdapat bermacam jenis ikan kerapu yang dilakukan pembesaran dikeramba tersebut dan juga ikan napoleon yang memiliki harga jual tinggi dan menjadi ikan yang dilindung karna terancam punah banyak terdapt di perairan Kepulauan Anambas, benih ikan napoleon itu ditangkap langsung oleh nelayan di alamnya dan hasil tangkapan tersebut biasanya langsung dijual atau dilakukan pembesaran dikeramba, dan setelah berukuran cukup besar maka ikan tersebut dijual. Jika hal ini tidak dilakukan pengelolaan oleh pemerintah bisa jadi ikan tersebut betul-betul punah.

Sewaktu saya kecil, saya sering memancing di pinggir pantai, di dermaga bahkan dipelantar rumah warga yang berada di pinggiran pantai. Memancing untuk mendapatkan ikan bisa saya katakana sangat mudah, karna dengan bermodalkan pancingan dan umpan seadanya saja saya bisa mendapatkan ikan cukup banyak untuk dijadikan lauk, dan juga jika kita berdiri di dermaga dan melihat ke dalam air, masih banyak dijumpai berbagai jenis ikan, tetapi lama kelamaan dengan perkembangan jaman seperti sekarang ini sudah jarang saya jumpai ikan ikan di dermaga dan pingiran pantai. Bahkan disaat saya menduduki bangku sekolah SMA saja sudah sulit bagi saya untuk mendapatkan ikan di dermaga, dan pinggiran pantai, apa lagi sekarang saya sudah memduduki bangku perkuliahan, amat sulit bagi saya sekarang memancing di dermaga dan pinggiran pantai untuk mendapatkan ikan. “Sekarang ikan sudah susah untuk didapatkan, harus memancing dilaut jauh dulu baru bisa mendapatkan ikan yang harga jualnya tinggi” ujar Eman selaku nelayan setempat. Sebenarnya apa sih yang terjadi? dan kemana perginya ikan-ikan yang dulunya bayak dipinggiran pantai? Itu semua karna kurangnya pengelolaan pemerintah dan membiarkan reklamasi pantai serta pembangunan yang dilakukan di pinggiran pantai. Harapannya semoga pemerintah bisa memperbaiki sistem pengelolaan perikanan supaya kedepannya biota tidak terancam punah.***