Aliansi Jurnalis Independen Bersama Persma Kreatif Gelar Nobar “Sexy Killers” Watchdoc

Tanjungpinang, Persmakreatif.mahasiswa.ac.id-UKM Persma Kreatif FISIP UMRAH mengadakan Nonton Bareng (nobar)  di kedai kopi alibi depan MAN Tanjungpinang pada hari Sabtu (13/04).

Sexy killers merupakan dokumentasi perjalanan 14 videografer dan 2 underwater fotografer selama satu tahun yang menguak tentang eksploitasi batu bara. Film yang diproduksi oleh watchdoc ini mengungkap bagaimana bahaya nya batu bara serta dampak-dampak yang ditimbulkan nya, baik untuk masyarakat maupun lingkungan.

Nonton bareng yang diadakan pada malam minggu ini di hadiri oleh sederet tamu penting sebagai Pemantik Diskusi yaitu Presiden Air Lingkungan dan Manusia (ALIM) Kherjuli, Jailani selaku ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Nikolas Panama selaku Jurnalis sebagai penyampaian pemantik diskusi, Perry Rahendra selaku tentang hukum dan beberapa mahasiswa yang ikut gabung menyaksikan film dengan durasi 88 menit ini.

Setelah Menonton Film tersebut, sesi diskusi dilakukan dengan pemantik diskusi pertama Nikolas Panama yang membahas tentang tambang bauksit yang ada di bintan serta menjelaskan dampak kesehatan bagi masyarakat.

“Banyak dampak negatif dari pertambangan bauksit bagi masyarakat yaitu bekas galian itu banyak dijumpai di Tembeling banyak lobang lobang di belakang sekolah SMA 1 teluk bintan. Yg di khawatirkan yaitu anak-anak bisa jatuh karena tidak ada pagar. Dampak bagi sektor kemaritiman dengan visi pemerintah ingin mensejahterakan masyarakat ternyata bertolak belakang dengan apa yang terjadi selama setahun terakhir ini, bauksit mengandung bahan aluminium besi dan lain lain yang ketika tumpah kelaut akan mematikan ekosistem yang ada dilaut,” ujarnya.

Selain itu Presiden air juga mengapresiasikan film dokumenter ini dan melihat beberapa hal menarik serta menjelaskan bagaimana dilematis negeri ini.

”Menarik film ini yang dibuat dari waktu kewaktu dengan pola investigasi dan dia sengaja mengambil momen penting dimana sesuai dengan amanat uud 1945 pasal menyatakan bahwasanya setiap warga negara berhak mendapatkan lingkungan yang baik. Seperti inilah dilematis negri ini karena dalam amanat uud 1945 disebutkan bumi air dan kekayaan alam yang terkandung didalam nya itu dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat dan sampai hari ini tidak ada larangan atas kegiatan pertambangan hanya di perbaiki. Negara juga memandang sumberdaya alam itu yang dikuasi negara harus memberikan kemakmuran. Nah persoalan nya dalam proses justru malah memberikan dampak buruk kepada masyarakat yang terkena dampak dari proses produksi distribusi tongkang ke jawa serta proses operasinya lagi oleh pltu karena masih memanfaat kan batu bara sebagai sumber energi karena murah,” kata Kherjuli.

Respon terhadap penonton sangat antusias, dalam sesi diskusi salah seorang mahasiwa juga melontarkan pertanyaan kepada pemateri yang hadir.

“Pasal 33 ayat 3 yang berbunyi bumi air dan kekayaan alam yang terkandung didalam nya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar besar kemakmuran rakyat. Saya rasa bentuk kekayaan yang dikuasai negara saya sudah nampak yang ingin saya sampaikan setelahnya adalah indonesia adalah negara agraris dan yang disampaikan bapak tadi kepentingan korporat dan konspirasi korporat itu bagaimana daerahnya dikuasai dan lautnya dikuasai juga, lalu seperti apa konsep teoritis soal itu?” tanya yuda putra

Diakhir penutup Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menyampaikan apa yang dapat di petik dalam film ini serta menjelaskan 3 PLTU di kepri yang juga ikut menggunakan batu bara

“ batu bara kita di provinsi kepri ini khususnya batam tanjungpinang dan karimun turut menjadi masyarakat yang bertanggung jawab terhadap kerusakan lingkungan yang ada dikalimantan sana. Karena di batam karimun tanjungpinang ada 3 PLTU. Di Batam PLTU Tg Kasam itu membutuhkan sekitar 40.000 ton batu bara 1 bulan. Kemudian PLTU karimun membutuhkan sekitar 18.000 ton perbulan. Di galang batam sekitar 7.000-8.000 ton batu bara perbulan. Jika membahas tambang ada konsekuensi positif dan negatifnya juga” tutup Jailani

Dapat ditarik kesimpulan bahwa pertambangan batu bara banyak memiliki dampak negatif bagi masyarakat dan juga alam sekitar. Dampak buruk bagi masyarakat yaitu terhirupnya debu debu halus dari pertambangan batu bara sehingga timbul penyakit, serta rusaknya terumbu karang karena lewatnya kapal tongkang yang membawa batu bara. Masyarakat sangat berharap pemerintah bisa menyelesaikan permasalahan batu bara ini dan segera mencari solusi untuk kedepan nya.(rindi)

Audiensi tidak membuahkan hasil, mahasiswa konsolidasi ulang terkait masalah Bus

Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji UMRAH kembali duduk bersama untuk melakukan kegiatan konsolidasi yang dihadiri sekitar 30 orang terkait tindak lanjut audiensi yang di selenggarakan pada hari Senin (8/4).

Presiden mahasiswa UMRAH mengatakan bahwa rapat pada sore ini berfokus membahas transparansi anggaran terkait fasilitas di kampus.

“Secara pokoknya kita membahas transparansi anggaran terkait dengan fasilitas, bus dan juga tranparansi anggaran belanja pegawai yang ada di universitas” ujar Presiden mahasiswa UMRAH Rindi Afriandi.

Rindi juga mengatakan akan mengirim surat ke pihak rektorat, jika surat nya tidak keluar akan di diskusi kan kembali untuk tindak lanjutnya, mengenai audiensi kemarin peserta audiensi mahasiswa keluar itu dikarenakan tidak menemukan jawaban untuk solusi perbaikan fasilitas kampus dan di klaim hanya mahasiswa FISIP saja yang menghadiri audiensi tersebut. (Zainab)

Tanggapi Fasilitas Kampus, Ormawa UMRAH Laksanakan Konsolidasi Akbar

Tanjungpinang, Persmakreatif.mahasiswa.ac.id- Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) Universitas Martitim Raja Ali Haji (UMRAH) mengadakan pertemuan lanjutan ruang konsolidasi kedua, Senin (01/04) dikampus senggarang.

Pertemuan kedua di hadiri oleh Presiden Mahasiswa (PRESMA) dan wakil Presiden Mahasiswa (WAPRESMA) UMRAH, serta terdapat 100 lebih mahasiswa dari berbagai fakultas hadir pada pertemuan tersebut.

Ormawa terus menggali data mengenai persoalan-persoalan yang di rasakan oleh mahasiswa. respon mahasiswa sangat antusias, dengan diadakannya konsulidasi lanjutan ini, mahasiswa meminta agar menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di UMRAH. Mahasiswa akan meminta solusi terkait permasalahan kampus dan tindakan lanjutan setelah konsolidasi pada hari itu, mahasiswa akan melakukan Audiensi Bersama pihak Rektorat.

Presiden Mahasiswa (PRESMA) mengatakan mengenai permasalahan ini mahasiswa meminta akan ada solusi serta jawaban dari pihak Rektor terkait persoalan yang ada di UMRAH.

“Mahasiswa meminta akan ada solusi serta jawaban dari pihak rektor, terkait hal ini apakah rektor dapat memberikan solusi dan permasalahan akan segera di selesaikan, jika mahasiswa tidak mendapatkan jawaban tersebut mahasiswa akan turun kejalan,” kata Rindi Afriadi Selaku Presiden Mahasiswa UMRAH.

Menanggapi pesan kaleng yang berada di kampus FISIP, Dompak menurutnya bukanlah menjadi sebuah permasalahan dikarenakan itu merupakan pemantik awal mahasiswa yang merasakan ketidaknyamanan atas apa yang difasilitasi kampus.

“Pesan kaleng bukan menjadi sebuah permasalahan, itu merupakan pemantik bagi kawan-kawan, karena mahasiswa merasakan ketidaknyamanan atas apa yang di fasilitasi oleh pihak kampus. dan memancing mahasiswa untuk bergerak,” tutupnya.

Pertemuan tersebut di akhiri dengan pesan yang disampaikan Presiden Mahasiswa (PRESMA), kemudian di tutup dengan bersalam-salaman bersama ormawa dan mahasiswa yang hadir disana. (Adjie)

Hari Penutupan PJTD, para peserta PJTD sangat berantusias

Tanjungpinang, Persmakreatif.ac.id – Minggu (31/3), Hari Minggu merupakan hari terakhir bagi peserta PJTD (Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar) menikuti pelatihan. Yang mana ini merupakan kegiatan lanjutan hari sabtu (30/3). Telah nampak wajah-wajah ceria dari peserta PJTD untuk mendengarkan materi-materi yang menarik dari narasumber yang sudah berpengalaman tentunya.

Pemateri pertama di isi oleh Beres Lumbantobing, S.Sos dengan jabatan Pimpinan Redaksi Satu dan juga Demisioner dari UKM Persma Kreatif UMRAH beliau memberikan materi yang berjudul “Kode Etik Jurnalistik”. Yang mana dijelaskan bahwa untuk menjadi jurnalistik profesional harus berpedoman dengan kode etik jurnalistik.

Selanjutnya tak kalah menariknya pemateri yang diundang dari media Inilah Kepri, yaitu Andri Mediansyah, S. Kom. Beliau mengajarkan tata cara pengambilan foto yang baik. Ia pernah menjuari berbagai lomba Fotografer. “Foto yang baik adalah foto yang lengkap dengan caption” Ucapnya. Prestasi-prestasi yang di raih beliau membuat semua peserta PJTD termotivasi dan lebih giat untuk belajar dan menekuninya. Satu kalimat yang dilontarkan beliau yang menjadi cambukan keras buat peserta PJTD adalah “Jika ingin sukses, Maka Mulailah,” ujarnya dalam memberikan materi.

Pemateri yang terakhir yaitu Jailani juga merupakan dari Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang memberikan materi yang berjudul “Menangkal Berita Hoax”. Beliau mengajarkan ciri-ciri berita hoax dan menghimbau kepada semua peserta PJTD untuk lebih cerdas dalam menyaring berita-berita yang beredar.

Setelah terselesainya semua materi, ini yang paling ditunggu-tunggu dari seluruh peserta PJTD, panitia mengumumkan peserta yang teraktif selama mengikuti kegiatan PJTD ini. Dan peserta teraktif itu dipegang oleh Zainab dan panitia pun memberikan cendra mata kepada peserta teraktif tersebut.

“Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar ini merupakan pelatihan yang sangat bermanfaat mengapa demikian, karena pelatihan ini menambah wawasan bagi wartawan pemula. Disini kami diajarkan bagaimana kita menjadi seorang wartawan yang baik,” ungkap Yuliana DS salah satu perserta PJTD.

Hingga berakhir nya PJTD tersebut Harapanya semoga dipenghujung bulan maret ini seluruh peserta PJTD bisa meningkatkan kreatifitas dan kualitas sebagai penulis yang hebat. (Zainab)