Dialog Interaktif Membangun Kepercayaan Publik Terhadap Pemilu 2019

Tanjungpinang, Persmakreatif.mahasiswa.ac.id– Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi negara FISIP UMRAH mengadakan Dialog interaktif dengan tema “Membangun Kepercayaan Publik Terhadap PEMILU 2019” dengan Narasumber komisioner KPU kota Tanjungpinang Bapak Muhammad Yusuf HM, M.ED selaku Divisi Sosialisasi, pendidikan pemilih, partisipasi masyarakat dan sumber daya alam KPU Kota Tanjungpinang. Dialog interaktif ini dilaksanakan pada Kamis (21/03) di Ruang 4 FISIP UMRAH, Dompak. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk mencari cara bagaimana supaya kita bisa membangun dan melahirkan pemimpin yang berkualitas dan berintegritas.

Muhammad Yusuf, menyampaikan dalam materinya bahwa turunnya kepercayaan publik itu dimulai atas ketidaknyamanan dan ketidakpercayaan sehingga mengakibatkan pemilih menjadi menurun. masalah yang terjadi di masyarakat itu dimulai dari permasalahan yang terjadi pada mahasiswanya dimana seperti data yang ada “Jika kita hitung jumlah mahasiswa di UMRAH mencapai sekitar 6000 orang. Mahasiswa yang tinggal di Tanjungpinang sebanyak 20 % , jadi dihitung rata-rata sekitar 4000 mahasiswa yang berasal diluar Tanjungpinang ini baru untuk UMRAH saja. Sedangkan yang mengurus pindah pilih hingga hari ini, hanya 1100 orang dan sebagiannya dari pekerja seperti PNS orang-orang pengadilan dan lain-lain Itu artinya ada sekitar 3500 mahasiswa UMRAH yang tidak mengurus pindah pilihnya dan mereka tidak bisa memilih”, ujarnya.

Sebelum ini sudah dilakukan sosialisasi di ruangan kuliah gedung FISIP, ke seluruh mahasiswa dari berbagai jurusan untuk melakukan pindah pilih. Mahasiswa masih belum sadar betapa perlunya menggunakan hak pilih, karena mahasiswa merupakan penyambung untuk nantinya disampaikan lagi ke orang tua atau masyarakat.

Pemilu tinggal 27 hari lagi, “Ayo kita buktikan bahwa kita orang-orang terbaik, kita orang-orang yang punya komunitas, yang lebih cerdas, mampu melihat mana pemimpin yang cerdas bukan memilih Karena terkontaminasi dengan kerudung sembako, dengan uang sebesar 200 ribu. segitukah harga mahasiswa?”, Tutupnya. (Azra)