Persma Kreatif Fisip Umrah Gelar Diskusi HPN 2019 bersama Ketua IWO dan AJI

Persmakreatif UMRAH Gelar diskusi HPN Bersama IWO dan AJI Tanjungpinang

Persmakreatif,- Memperingati Hari Pers Nasional(HPN). Pers Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik(FISIP) Universitas Maritim Raja Ali Haji(UMRAH) gelar diskusi ringan sekaligus silaturahmi bersama Tokoh-Tokoh media. Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Tanjungpinang dan Ketua Bidang Pendidikan Aliansi Jurnalis Independen(AJI) Tanjungpinang serta beberapa jurnalis Tanjungpinang, di Morning Bakery Km 8 atas Tanjungpinang, Sabtu (09/02/2019).

Dialog refleksi ini dibuka oleh ketua persmakreatif, Ilham. Harapannya dengan adanya diskusi ini mahasiswa pers dapat mengenang kisah di balik HPN, berbagai tantangan pers dan mengetahui bagaimana kemajuan pers saat ini.

Iskandar selaku ketua Ikatan Wartawan Online Tanjungpinang sangat mengapresiasi mahasiswa jurnalis dengan mengadakan diskusi bermanfaat ini terkait dengan peringatan HPN

Ia mengatakan hari pers nasional masih belum berdampak besar pada kesejahteraan para jurnalis masa kini.
“ peringatan HPN tidak perlu mengahmburkan uang dalam ajang ceremony tapi pemerintah harus lebih memperhatikan pada bagaimana kesejahteraan pers saat ini”. ujarnya

Begitupun Andri Mediansyah menyampaikan bahwa AJI Tanjungpinang menolak diadakannya HPN. Ia menilai perayaan hari pers nasional tepatnya disebut hari prabangsa nasional.
“hari pers nasional itu selayaknya disebut hari prabangsa nasional mengenang kisah seperti pembunuhan jurnalis di bali atau wartawan aceh di sandra hingga tewas”. Tegas Andri selaku Ketua Bidang Pendidikan Aliansi Jurnalis Independen(AJI) Tanjung pinang

Gibson Manurung selaku Ketua Bidang Sumber Daya Alam IWO Mengharapkan keberadaan pers hendaknya tidak di intervensi oleh berbagai kepentingan yang pada akhirnya merusak independensi dan integritas pers itu sendiri.

Meski sejatinya 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional adalah hari kelahiran organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Peringatan tahunan ini mulai dilakukan setelah Presiden Soeharto mengeluarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 5 tahun 1985 yang menetapkan tanggal itu sebagai Hari Pers Nasional (HPN).

Setelah Seoharto jatuh menyusul gerakan reformasi tahun 1998, ada sejumlah perubahan penting yang terjadi. Dalam bidang media, itu ditandai dengan lahirnya Undang Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Sejumlah regulasi Orde Baru dibidang pers, juga dikoreksi. Termasuk di antaranya adalah pencabutan SK Menpen Nomor 47 tahun 1975 tentang pengakuan pemerintah terhadap PWI sebagai satu-satunya organisasi wartawan di Indonesia.

Iskandar menambahkan bahwa berbicara milenial seperti sekarang ini siapa saja bisa menjadi wartawan. Jika berkaitan dengan pers kampus, mahasiswa harus mempunyai jiwa kritis dan lebih peduli akan kejadian yang terjadi di kampus dan ancaman zaman sekarang lebih aman dibandingkan dengan ancaman tempo dulu.