Kuliah lapangan mahasiswa Ilmu Pemerintahan di DP3

Persma Kreatif:  Belasan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIP UMRAH bersama dosen pembimbingnya Eki Darmawan,M.I.P, melaksanakan Kuliah Lapangan di Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) di Jalan Riau, Nomor 15. Senin (26/3).

“Petanian, Pangan dan Perikanan masuk dalam materi pelajaran pada Mata Kuliah Politik Kelautan Khususnya permasalahan Prikanan dan Nelayan, kita ingin berdiskusi langsung mengenai program yang ada dari DP3, berdialog menambah pembelajarn baru dan mengaplikasikan ilmu terapan yang sudah diberikan di Kampus”. Ujar Eki memulai jalannya diskusi.

Dalam keterangannya, pihak DP3 menjelaskan alat bantu ikan sejak tahun 2016 dan 2017 telah dihentikan karena terbentur Permendagri No 14 Tahun 2016 tentang dana hibah bansos, Kelompok nelayan juga mesti berbadan hukum,atau tergabung dalam koperasi minimal harus sudah koprasi yang berdiri 3 tahun.

“Sekarang untuk kelompok – kelompok nelayan yang berbentuk koperasi atau lainnya harus berbadan hukum, kami tentu tetap merangkul nelayan kecil untuk mendapatkan bantuan seperti jaring apollo, perahu nelayan yang memiliki mesin 3 GT, dan ditingkat pusat telah mencanangkan Kartu Pelaku Usaha dan Perikanan sesuai PermenKP/39/2017”. Ucap Siti Marhamah selaku Seksi Bidang perikanan dan tangkap di DP3.

Dalam diskusi juga disampaikan bahwa DP3 telah memiliki daftar kelompok nelayan yang telah berbadan hukum sejak tahun 2016, syarat awal pembuatan asuransi nelayan harus memiliki kartu nelayan. Untuk saat ini, kartu nelayan telah disosialisasikan dan diberikan kepada masyarakat yang benar – benar bekerja sebagai nelayan.

Buyung Pribadi yang juga seksi Bidang Perikanan Tangkap di DP3 ikut menjelaskan, bahwa wewenang tersebut telah berpindah ke Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri. Sosialisasi telah berjalan sejak tahun 2016 agar masyarakat tidak kebingungan untuk mendapatkan bantuan, dalam hal koperasi nelayan telah diserahkan kepada dinas koperasi.

“Koordinasi dengan DKP Provinsi berjalan baik, teknisnya untuk menyampaikan persoalan kita melalui surat, namun untuk hal kewenangan dan pelaporan langsung ke DKP Provinsi”. Ungkap Buyung. (*).

Lembaga Dakwah Fakultas FSIRI Menyelenggarakan Kegiatan Kajian Ilmu

Tanjungpinang, Persma Kreatif – Lembaga Dakwah Fakultas (LDF), Forum Studi Islam Robbul Izzah (FSIRI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), mengadakan kegiatan Kajian Ilmu Robbul Izzah  dengan tema “Antara Amanah dan Kesibukan”, Minggu (25/03).

FSIRI merupakan Lembaga Dakwah Fakultas yang ada di FISIP, UMRAH. FSIRI saat ini di ketuai oleh M. Alfiqri Zalni Damanik, mahasiswa Ilmu Administrasi Negara.

Salah satu bidang dari banyaknya bidang di FSIRI mengadakan kegiatan yang merupakan program kerja bulanan FSIRI.

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja dari bidang kaderisasi FSIRI yang di dalam bidang tersebut di ketuai oleh Muhammad Farhan. Kegiatan dilaksanakan di Lapangan Pamedan pada pukul 08:00 – 10:00, pengisi dari kajian pagi yang di selenggarakan FSIRI adalah Ustad Sugianto.

Kajian Islam Robbul Izzah ini bertujuan menambah cinta di antara sesama anggota FSIRI, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan menguatkan amalan ruhiyah.

“Dakwah ini adalah jalannya para Rasul, jalannya para penghuni surga” kata Ustad Sugianto dalam isi materi kajian yang di sampaikan. “Kerusakan dunia ketika ia menganggap dirinya tidak penting terhadap sesama kaumnya” tuturnya kembali.

Salah satu isi kajian yang di isi oleh Ustad Sugianto adalah “Bertakwa itu butuh keyakinan, kalau kita tidak punya keyakinan di jalan dakwah ini maka, kita tidak tau dan tidak bisa menyeimbangi prioritas kita, dan kita harus yakin dari semua tanggung jawab itu semua karena Allah SWT”.

Amanat yang di sampaikan beliau sebelum mengakhiri Kajian Islam Robbul Izzah adalah “Ingat selalu kebaikan saudara yang selalu menolong kita, lupakan kesalahan-kesalahan saudara kita, dan ingatlah kesalahan kita terhadap saudara kita dan buatlah diri kita sebagai contoh dalam hal baik”.

Reporter : Ayu Diah Ardian

Prodi : Ilmu Administrasi Negara

Prodi Ilmu Hukum UMRAH Gelar Kompetisi Debat Se-pulau Bintan

Tanjungpinang, Persma Kreatif FISIP UMRAH – Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Maritim Raja Ali Haji, mengadakan kompetisi Debat Demokratis (Dekratis) dengan Tema “Menuju PILKADA Partisipatif dan Demokratis”, Pada Hari Kamis (22/03).

Kompetisi Debat Demokratis ini di ikuti oleh Perguruan Tinggi se-Pulau Bintan dimana setiap 1 tim terdiri 3 orang, Perguruan Tinggi yang ikut berpartisipasi dalam kompetisi dekratis yaitu terdiri dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Raja Haji mengirim utusan 1 Tim, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman (STAIN SAR) mengirim utusan 1 Tim, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) mengirim utusan 1 Tim, Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul ‘Ulum (STAI MU) mengirim utusan 2 tim, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) mengirim utusan 5 tim yaitu 1 tim program studi Hubungan Internasional (HI), 1 tim program studi Ilmu Hukum, 2 tim program studi Ilmu Administrasi Negara(IAN), 1 tim program studi Ilmu Pemerintahan (IP)

“Dekratis sendiri di ambil dari kata _descartes_ salah satu filsuf Yunani ada gium yang di sampaikan _Cogito Ergo Sum_ artinya yaitu Aku Berfikir Maka Aku Ada,” Kata Pery Rehendra Sucipta sebagai Ketua Panitia sekaligus merupakan salah satu Dosen di Program Studi Ilmu Hukum itu sendiri. “Targetnya sangat sederhana yaitu, mengurangi angka golput di kalangan mahasiswa dan sedang mengkampanyekan bagaimana mahasiswa berperan aktif mewujudkan pilkada yang partisipatif dan demokratis,” tutur perry kembali.

Kompetisi dekratis ini bekerjasama dengan Laboratorium Hukum – UMRAH, Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA – Biro Provinsi Kepulauan Riau,  Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara – Hukum Administrasi Negara (APHTN – HAN).

Kompetisi debat di kalangan mahasiswa setiap mosi akan ada diskusi khususnya tentang mosi, dan mosi itu di atur sedemikian rupa sampai dengan mosi final itu adalah berkaitan dengan pilihan golput sebagai hak konsnya warga negara, setelah itu nanti ada perdebatan disana hingga diskusi, supaya di kalangan mahasiswa mosi itu kemudian di angkat menjadi tontonan bersama sekaligus mensosialisasikan pilkada yang partispatif dan demokratis serta menjadi bagian edukasi demokrasi ke depan.

Sistem pengguguran tim dengan score, jika score lebih rendah dari tim lawan tentu akan gugur, salah satu juri di babak final merupakan bu Dewi komisioner KPU dan Pak Zaini komisioner PANWASLU, serta ada Sekretaris LP3M UMRAH sekaligus dosen Ilmu Administrasi Negara yaitu Bapak Alfiandri dan dari Jurnalistik Antara yaitu ada pak Nico. Kompetisi berlangsung hingga sore hari untuk mengetahui juara-juara Debat Demokratis. Pengumuman sang juara pun diumumkan dihari yang sama.

Adapun juara pada kompetisi debat demokratis ini, adalah

Juara I diraih oleh program studi Ilmu Hukum Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Maritim Raja Ali Haji.

Juara II diraih oleh program studi Ilmu Pemerintahan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Juara III di raih oleh STAI MU.

Pada akhir kompetisi Dewi selaku Komisioner KPU berharap “Mengajak untuk Peduli Terhadap Pemilu dan Pemilihan” dan terakhir penutupan berlangsung di tutup oleh bu Nanik Rachmawati selaku Wakil Dekan I FISIP, UMRAH.

Reporter: Ayu Diah Ardian

Prodi: Ilmu Administrasi Negara

 

Lahan Tanah Kampus Umrah Mulai Terarah

Tanjungpinang, Persma Kreatif FISIP UMRAH – Menyikapi permasalahan kepemilikan lahan atas pendirian bangunan gedung kampus UMRAH, di Senggarang, yang masih dibawah kepemilikan Pemko Tanjungpinang menjadi kendala pihak kampus untuk melakukan pembangunan.

Menindaklanjuti permasalahan tersebut, lewat Tim Penyusun Penyelesaian Tanah/Lahan Kampus Senggarang Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menandatangani kesepakatan bersama dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang di Gedung Walikota Senggarang, Rabu (2/3/2018).

Menurut Oksep, Sekretaris Tim penyusun penyelesaian Lahan Kampus UMRAH, penandatanganan kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang dimediasi Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kepulauan Riau.

Penandatanganan kesepakatan dihadiri wakil dari masing-masing Institusi. UMRAH diwakili Prof. Rayandra Asyhar (Warek I UMRAH), Dr. Oksep Adhayanto (Sekretaris Tim), Edison, MBA (Ka. BUPK UMRAH), Tahri, SE (Kabag Perencanaan dan Keuangan UMRAH), Dr. Rumzi Samin (Dosen FISP UMRAH), Efrion,MM (Kabag Umum UMRAH), Putra Kirana, MM (Kasubbag Tata Usaha, Rumah Tangga, dan BMN UMRAH), dan A.Suradji, M.Si (Dosen FISIP UMRAH).

Sementara Pemko Tanjungpinang diwakili Sekretaris Kota Tanjungpinang, Kepala DPKKAD Kota Tanjungpinang, Wakil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tanjungpinang, Camat Tanjungpinang Kota, Lurah Senggarang, dan juga perwakilan dari BPKP.

Efrion, MM, Selaku Kabag Umum UMRAH yang tergabung dalam tim lima mengatakan, penandatanganan tersebut menghasilkan kesepakatan, yaitu; Pertama, Pemerintah Kota Tanjungpinang akan menyerahkan Aset berupa tanah dengan luas lebih kurang 3,9 Ha kepada UMRAH dan untuk percepatan penyelesaian, maka dibentuklah TIM LIMA, yang terdiri dari: Saripudin (BPN Kota Tanjungpinang), Efrion (UMRAH), Perurizan (Pemko Tanjungpinang), dan Romi (BPKP).

Lebih lanjut dia mengatakan, setelah penandatangan TIM LIMA akan melakukan pertemuan lanjutan pada Senin (26/3) mendatang.

Setelah itu, TIM LIMA akan mengukur ulang lahan terutama berkait dengan kepastian sempadan, dan hasil pengukuran itu akan diserahkan ke BPN Kota Tanjungpinang untuk kemudian dilakukan proes Balik Nama dari Pemko Tanjungpinang ke UMRAH. Jika selesai, maka kemudian akan dilakukan proses penyerahan asset,

“Dengan begini, kampus UMRAH akan memiliki sertifikat lahan kepemilikan sehingga tidak menghambat terjadi pembangunan. Sebab selama ini jika kampus mendapatkan alokasi pembangunan itu terkendala dalam kepemilikan lahan,” jelasnya.

Pihaknya optimis untuk segera menuntaskan permasalahan lahan baik yang di Senggarang dan dompak. (bud)

24 Maret, UMRAH Wisudakan 342 Lulusan

Persma Kreatif fisip Umrah : Universitas Maritim Raja Ali Haji Rencananya akan wisudakan 342 wisudawan. Wisuda ini akan digelar di Aula Kantor Gubernur, Gedung Wan Seri Beni, Dompak pada Sabtu (24/3)

Menurut Budi Primulya, Staf pada Biro Administrasi, Akademik dan Kerjasama (BAKK) UMRAH, wisuda UMRAH ini merupakan wisuda ke-sepuluh.

“Wisuda kali ini merupakan wisuda ke sepuluh UMRAH. Terhitung dari 2010 hingga sekarang, UMRAH telah memiliki 5249 lulusan yang sudah pula mengabdikan diri di dalam pemerintahan maupun swasta” ujar Staf  yang akrab disebut Mas Budi.

Budi menambahkan, 342 wisudawan nanti merupakan lulusan Program Sarjana Strata-1 dari lima fakultas yang ada di UMRAH, dengan rincian 33 lulusan Fakultas Teknik, 54 lulusan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, 49 lulusan  Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 61 lulusan Fakultas Ekonomi, dan 145 lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik.

“Dari 342 lulusan itu, ada 18 orang yang mendapatkan predikat Cumlaude” Tambah Budi

Dia mengucapkan selamat tahniah kepada peserta yang akan di wisudakan dan semoga saat lulus nanti dan menjadi alumni banyak-banyak lah berbuat untuk Kampus Kita (Umrah), karena besarnya kampus bukan hanya dari staf , dosen , Tu , Rektor mahasiswa tapi juga alumni .

“Tahniah kepada semua lulusan. Tak lupa juga kami ucapkan selamat kepada keluarga serta handai  tolan yang senantiasa mendukung lulusan untuk keberhasilan yang diraih dan tidak lupa juga berbuat untuk kampus Kita” Tutupnya. (humas)

Berikut jumlah Lulusan pada masing-masing jurusan:

Teknik Elektro : 9
Teknik Informatika : 24
Ilmu Kelautan : 22
Manajemen Sumberdaya Perairan : 24
Budidaya Perairan : 3
Teknologi Hasil Perikanan : 5
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia : 13
Pendidikan Bahasa Inggris : 11
Pendidikan Biologi : 6
Pendidikan Kimia : 12
Pendidikan Matematika : 7
Akuntansi : 41
Manajemen : 18
Ilmu Administrasi Negara : 46
Ilmu Pemerintahan : 57
Sosiologi : 41
Ilmu Hukum : 1

 

Yudisium ke IV Fisip Umrah

 

Tanjungpinang, Persma Kreatif FISIP UMRAH – Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), di lingkup Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menyelenggarakan Yudisium Ke IV di Auditorium Dompak, Kamis (22/03).

Yudisium ke IV di buka oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yaitu Bismar Ariyanto, terdapat 5 program studi, Yudisium di ikuti sebanyak 145 Mahasiswa yang terdiri dari 46 Program Studi Ilmu Administrasi Negara, 57 dari Program Studi Ilmu Pemerintahan, 41 dari Program Studi Sosiologi, dan 1 dari Program Studi Hukum, untuk Program Studi Hubungan Internasional sendiri Program Studi baru yang belum ada mahasiswanya untuk Yudisium

Dalam acara Yudisium tersebut di bacakan pula Surat Keputusan (SK) Pemuncak Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) untuk masing-masing program studi dan Pemuncak IPK se-FISIP.

Yaitu sebagai berikut :

Pemuncak Pertama di Program Studi Ilmu Administrasi Negara di raih oleh Mahasiswa bernama Rahma dengan IPK 3,67 (sangat memuaskan), Pemuncak Pertama di Program Studi Ilmu Pemerintahan di raih oleh Mahasiswa yang bernama Upik Garnasi dengan IPK 3,61 (sangat memuaskan), Pemuncak Pertama di Program Studi Sosiologi di raih oleh Mahasiswi bernama Desti dengan IPK 3,49 (sangat memuaskan), Pemuncak Pertama di Program Studi Ilmu Hukum di raih oleh Mahasiswi yang bernama Nina M. Amalia dengan IPK 3,67.

Kemudian setelah pembacaan SK IPK pemuncak antar prodi, di lanjutkan pembacaan SK IPK pemuncak se-FISIP.

  1. Pemuncak Pertama di raih oleh Mahasiswi yang bernama Nina M. Amalia dengan IPK 3,67
  2. Pemuncak Kedua di raih oleh Mahasiswa yang bernama Upik Garnasi dengan IPK 3,61
  3. Pemuncak Ketiga di raih oleh Mahasiswa yang bernama Rahma dengan IPK 3,57

Acara Yudisium berlangsung hingga siang hari di tutup dengan hiburan dari masing-masing Prodi dan Foto bersama antara mahasiswa dengan para dosen.

Reporter : Ayu Diah Ardian

Prodi: Ilmu Administrasi Negara

 

Fornas Rintara Jaya Kepri Mengabdi kembali

 

Persma Kretaif Fisip Umrah : Forum Nasional Perintis Maritim Nusantara Jaya (Fornas Rintara Jaya Kepri) Yang di ketuai  oleh Mulyadi  akan melakukan dedikasih untuk Kepulauan Riau  (KEPRI) yang berlokasi di desa mantang kecamatan mantang pulau telang besar  pada hari jumat sampai minggu tanggal (23-25) Maret 2018.

Tema dari Kegiatan tersebut ialah menjaga dan merawat kemaritiman di Indonesia  sebagai bentuk dedikasih mahasiswa terhadap pulau yang tertinggal terutama di provinsi kepulauan riau .

“Insaallah kepulangan kita pada waktu minggu sore di sana kami akan melakukan pengabdian berupa , kampanye lingkungan , sosialisasi ecobrick kepada masyarakat , susur pantai dan kegiatan lainnya yang tujuan utamanya yaitu mensosialissasikan dan melihat langsung kelapnagn karena mahasiswa bukan hanya belajar “ ucap mulyadi selaku ketua fornas rintara jaya kepri.

Untuk kegiatan ini berasal dari kepedulian mahasiswa yang dulunya bergabung dan pernah ikut ekspedisi nusantara jaya (ENJ) dan sekarang bergabung di Fornas Rintara jaya Kepri, kegiatan ini sendiri di ketuai oleh Nurfadila YS selaku ketua pelaksana kegiatan pengabdian di desa mantang

“ia Kegiatan ini berasal dari kepedulian kawan-kawan yang dulunya bergabung di ekspedisi nusantara jaya(ENJ) , ini kegiatan moril dari kawan-kawan untuk terjun langsung ke masyrakat , kita semuanya menggunakan uang pribadi  dengan mengumpulkan uang kolektiv 20.000 untuk keperluan kita nanti di sana “ tambah mul begitu sapaan akrabnya.

Beliau juga menambahkan bahwasanya kegiatan ini sebagai bentuk aksi  nyata dari tridharma perguruan tinggi negeri yaitu pengabdian , total dari peserta yang akan berangkat kesana berjumlah 20 orang .

“iya kita nanti ke sana berjumlah 20 orang , sebenarnya masih banyak yang ikut ,namun agar tiidak menurun kan semangat kawan-kawan  insaallah nanti kita akan adakan gelombang kedua di tempat yang berbeda “ tukas mulyadi

Mulyadi sendiri mengapresiasi kawan-kawan yang ingin terlibat langsung di sana , dan yang perlu saya sampaikan bahwasanya untuk akomodai ke lokasi sudah aman , yang perlu kawan-kawan siapkan hanya beras , mie dan telor sebagai maknan selama 3 hari di sana ,dan  untuk rutenya kita akan lewat pelabuhan sei enam. Tutup mulyadi

KONSOLIDASI MAHASISWA UMRAH DENGAN KEBERSAMAAN PENGUMPULAN KOIN

TANJUNGPINANG, PERSMA KREATIF.COM – Aksi Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang Senin (19/03) dalam menuntut dan menyoroti aksi korupsi di dalam UMRAH dan mendesak sang Rektor Profesor Syafsir Akhlus meminta maaf atas kasus korupsi tersebut berujung panjang, Pasalnya saat unjuk rasa tersebut terjadi perusakan fasilitas negara yang berujung tuntuta pengantian oleh pihak kampus UMRAH. Unjuk rasa di kampus Pulau Dompak Tanjungpinang yang dilaksanakan pada Selasa (20/2) telah terjadi pengerusakan kaca depan mobil rektor, sehingga terjadi keretakan yang di sebabkan benturan benda keras oleh pengunjuk rasa.

Desakan tuntutan untuk penggantian kaca mobil seharga Rp 7 juta tersebut terus dilakukan pihak kampus kepada presiden mahasiswa Umrah yang dinilai harus bertanggungjawab atas kegiatan tersebut. Desakan dilakukan melalui pesan Whatsapp (WA) yang dilakukan oleh bagian umum Kampus Umrah. “Assalammualaikum put ni bang Yono dari bagian umum” pesan pertama, Kemudian pesan-pesan selanjutnya mulai di lakukan oleh yono selaku pegawai yang berada di lingkup kampus UMRAH, “Abang diminta menanyakan tentang kaca mobil rektor sampai dimana, apakah sudah dipesan atau belum put terimakasih,” tulis yono dalam pesan WA kepada Presiden Mahasiswa UMRAH, Kemudian di tambah dengan desakan melalui WA Jimmi “Put pihak bagian umum menanyakan masalah kaca mobil rektor sudah sampai mana,” tulis jimy dalam pesan singkat WA, “Sampai pengumpulan koin untuk perbaiki kaca mobil bang,” balas Putra kepada Jimmi

Untuk bertanggungjawab atas desakan pihak kampus tersebut, 25 mahasiswa partisipan melakukan gerakan pengumpulan 1000 koin untuk mengganti kerusakan tersebut, namun sayang hingga saat ini uang yang terkumpul tidak lebih dari Rp 250 ribu. Kendati desakan terus ada, mahasiswa yang terlibat dalam unjuk rasa tersebut akan melakukan pendataan siapa yang mengikuti dan akan mengumpulkan Rp 50 ribu hingga Rp 75 ribu per orang.

Selanjutnya, saat di temui Persma kreatif kepala bagian umum Umrah Efriyon, mambantah bahwa pihak kampus telah menuntut mahasiswa mengganti kerugian dari mahasiswa akibat kerusakan tersebut. “Tidak pernah menuntut, itu fasilitas negara. Itu tidak benar,” kata Efriyon di Rektorat Dompak, Jumat (16/3). Kasubag sarana dan prasaran Hafis menambahkan, kaca tersebut sudah dipesan sejak hari kejadian tersebut, namun hingga saat ini belum di pasang karena masih menunggu barang tersebut dating. “Sejak kejadian sudah dipesan, karena barangnya susah, makannya dipesan kemungkinnan 1 bulan baru sampai,” jelas Hafis.

Saat di konfirmasi Persma kreatif, Presiden Mahasiswa Umrah Muhammad Saputra Putra mengatakan, pihak umrah melalui bagian umum terus menanyakan kelanjutan ganti kaca mobil. Ia katakan rekan-rekan juga melihat waktu aksi mobil tersebut ada yang membawa keluar kampus dan kondisinya masih bagus. Sedangkan hingga saat ini, pihak kampus belum bisa membuktikan, siapa pelaku, kapan, dimana kejadiannya. “Iya bagian umum nanya. Sebenarnya hingga hari ini kan tidak ada bukti konkret siapa yg pecahkan mobil itu,” ucap putra.

Persma kreatif mendapat konfirmasi dari pihak Umrah pukul 19.26 wib melalui Muharoni selaku kepala Humas Umrah melalui WA mengatakan. Setelah dikonfirmasi ke Yono & Jimmi, terkait WA yang beredar di kalangan mahasiswa, termasuk ke rektor. Maka dapat disampaikan bahwa:

  1. Memang benar ada pertanyaan yang ditujukan ke putra terkait dengan pergantian kerusakan mobil rektor di aksi demo kemarin.
  2. Rektor, sewaktu dikonfirmasi menyatakan bahwa, pergantian dari mahasiswa itu bukan dari permintaan dirinya, melainkan janji yang disampaikan putra sewaktu audiensi.
  3. Rektor sengaja menanyakan itu dengan tujuan pembelajaran. Pertanggungjawaban atas sesuatu yang sudah dilakukan. Artinya, tidak dilarang untuk berdemo atau aksi damai, tapi tentu saja aksi yg tidak anarkis apalagi merusak.
  4. Rektor mengapresiasi usaha (untuk mengganti) yang sudah dan atau sedang dilakukan mahasiswa.
  5. Berkait dengan berapa hasilnya, dan mampu atau tidak mahasiswa memegang komitmen untuk menggantinya, kita lihat nanti. Tutup (red)

Tingkatkan Akuntabilias Publik dan Komitmen Mutu untuk sukseskan AKREDITASI INSTITUSI UMRAH

PRESMA KREATIF FISIP UMRAH – Akreditasi institusi perguruan tinggi adalah proses penilaian terhadap institusi secara keseluruhan untuk mengetahui komitmen institusi terhadap penyelenggaraan akademik dan manajemen institusi. Akreditasi dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) terhadap semua perguruan tinggi di Indonesia. Evaluasi terhadap mutu kinerja institusi perguruan tinggi dilakukan melalui asesmen terhadap borang akreditasi dan laporan evaluasi diri institusi perguruan tinggi oleh tim asesor yang terdiri atas berbagai keahlian baik dalam bidang akademik mahupun bidang manajemen.

Evaluasi diri merupakan upaya institusi perguruan tinggi untuk mengetahui gambaran mengenai kinerja dan keadaan dirinya melalui pengkajian dan analisis yang dilakukan oleh  institusi perguruan tinggi sendiri. Pengkajian dan analisis itu dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan pakar sejawat dari luar perguruan tinggi, sehingga evaluasi-diri dapat dilaksanakan secara objektif. Hasil evaluasi diri digunakan untuk memperbaiki mutu kinerja dan produk institusi perguruan tinggi.

Semua perguruan tinggi diakreditasi secara berkala. Sesuai dengan siklus penjaminan mutu, maka kegiatan akreditasi dimulai dengan evaluasi diri oleh institusi itu sendiri. Tim asesor melakukan asesmen kecukupan terhadap borang dan laporan evaluasi diri yang disusun oleh institusi perguruan tinggi, dilanjutkan dengan asesmen lapangan.

Penyusunan Borang Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi dilakukan sesuai dengan konsep dan falsafah yang melandasi layanan akademik dan profesional perguruan tinggi, serta manajemen perguruan tinggi. Setidaknya terdapat empat ciri-ciri Penyusunan Borang AIPT, yaitu; pertama, Institusi perguruan tinggi menyusun dokumen institusi secara komprehensif dan terintegrasi yang menggambarkan hasil analisis dan evaluasi yang dilakukan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan. Paparannya dilengkapi dengan tabel-tabel, gambar, grafik, atau cara penyajian lain yang memberikan gambaran tentang kondisi institusi sampai saat ini serta prospek dan kecenderungan-kecenderungan yang dianggap perlu untuk menunjukkan kapasitas dan atau kinerja institusi selama rentang waktu tertentu. Dalam melakukan analisis tersebut, institusi memiliki kebebasan untuk menggunakan metode analisis yang sesuai dengan keperluan. Kedua, menggunakan pendekatan analisis, asesmen, dan evaluasi yang bersifat kualitatif dan kuantitatif, mendalam (in-depth), komprehensif dan menyeluruh (holistik), dinamik sehingga tidak hanya merupakan potret sesaat.  Ketiga, Didasarkan pada prinsip-prinsip kejujuran, etika, nilai-nilai dan norma akademik serta mengungkapkan kesesuaian antara rencana kerja dan atau penyelenggaraan program institusi dengan visi dan misi institusi. Dan ke empat, mengungkapkan interaksi antara standar dan eleman penilaian dan keterkaitannya dengan misi dan tujuan institusi yang dicanangkan.

Penyusunan borang oleh institusi perguruan tinggi dilakukan melalui tahap-tahap berikut. (1) Mengumpulkan data dan informasi (2) Menganalisis data dan informasi yang telah dikumpulkan (3) Mendeskripsikan elemen penilaian dalam tujuh standar yang ditetapkan. (4) Menyiapkan bukti pendukung sebagai lampiran borang, mengunakan tabel-tabel, gambar, grafik, atau cara penyajian lain yang memberikan gambaran tentang kondisi institusi sampai saat ini serta prospek dan kecenderungan-kecenderungan yang dianggap perlu untuk menunjukkan kapasitas dan atau kinerja institusi selama rentang waktu tertentu.

Standar akreditasi merupakan tolok ukur yang harus dipenuhi oleh institusi perguruan tinggi, yang digunakan untuk mengukur dan menetapkan mutu dan kelayakan institusi. Suatu standar akreditasi terdiri atas beberapa elemen penilaian (parameter/indikator kunci) yang dapat digunakan sebagai dasar untuk mengukur dan menetapkan mutu dan kelayakan kinerja perguruan tinggi yang bersangkutan.

Standar akreditasi institusi perguruan tinggi terdiri atas tujuh  aspek, yaitu; (1)  Visi, misi, tujuan dan sasaran, serta strategi pencapaian. (2)Tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu. (3) Mahasiswa dan lulusan. (4)Sumber daya manusia. (5)Kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik. (6)Pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi (7)Penelitian, pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, dan kerjasama.

Tim AIPT Universitas Maritim Raja Ali (UMRAH) yang diketuai oleh Prof. Rayandra, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama, mengatakan bahwa UMRAH sudah mengirimkan dokumen borang akreditasi dan evaluasi diri yang diperlukan untuk keperluan akreditasi, dan sudah dinyatakan lengkap oleh BAN PT tertanggal 23 Februari 2018. Dalam waktu dekat, tim assessor BAN PT akan datang untuk melakukan verifikasi dan asesmen lapangan.

Lebih lanjut Prof. Rayandra  menambahkan, AIPT merupakan bentuk akuntabilitas publik dan penilaian mutu oleh pihak luar yang independen. Artinya, jika sudah terakreditasi, mutu UMRAH sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan, baik dari sisi manajemen organisasi mahupun proses pembelajaran, sehingga mutu lulusan UMRAH dianggap sama dengan perguruan tinggi lain dengan akreditasi yang sama.

Secara spesifik, hasil dari akreditasi ini akan meningkatkan citra UMRAH di mata masyarakat karena mutunya sudah terstandar, sekaligus melindungi masyarakat dari Perguruan Tinggi yang tidak standar. UMRAH juga dapat mengajukan bantuan dan alokasi dana APBN yang lebih besar, baik berupa hibah, dana penelitian dan lain-lain. Akreditasi ini juga kemudian dapat dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan mutu secara kontiniu. Dan, yang paling penting, dengan akreditasi ini, UMRAH akan terhindar dari kemungkinan passing out oleh Kemristekdikti. Sebenarnya, menurut pak Ray, demikian panggilan akrabnya, UMRAH seharusnya sudah dapat mengajukan akreditasi pada tahun 2014 lalu. Namun, pada saat itu hampir semua program studi yang ada di UMRAH masih terkreditasi C bahkan ada yang belum terakreditasi. Sedangkan akreditasi program studi memberikan kontribusi besar terhadap nilai akreditasi institusi.

Ketika ditanyakan bagaimana prediksi hasil akreditasi UMRAH, Profesor Kimia Lingkungan jebolan Technische Universitaet Jerman tahun 2002 ini menjawab “Penilaian oleh asesor BAN PT sangat  ditentukan oleh konsistensi data dan kelengkapan dokumen pendukung, serta dipengaruhi pula oleh kekompakan dan konsistensi jawaban civitas akademika dan stakeholder UMRAH. Oleh karena itu, perlu dukungan dari seluruh komponen (dosen, staf, mahasiswa, alumni), termasuk masyarakat Provinsi Kepulauan Riau, ini tanggung jawab kita bersama. Harapan kita semua, hasil perhitungan simulasi yang dilakukan oleh tim penyusun borang UMRAH tidak jauh berbeda dengan hasil penilaian tim asesor BAN PT nanti, yaitu dengan nilai akreditasi “B”, insya Allah”, Tutupnya.

Kunjungan Kerja Mahasiswa Johor Di Umrah

PERSMA KREATIF FISIP UMRAH – Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Hari ini mendapatkan kunjungan kerja dari Politeknik Metro Johor Baru Malaysia yang terdiri dari 3 Dosen dan 29 mahasiswa yang langsung turun ke rektorat Umrah Dompak pada hari Kamis (15/03).

“Mereka datang untuk meneliti kajian -kajian tentang kemaritiman yang ada di kampus UMRAH”,  ucap Bismar arianto, S.IP, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Saat mengunjungi UMRAH, Dekan FISIP UMRAH menjelaskan mengenai salah satu kajian kami di Fakultas mengenai Kemaritiman di bidang aspek sosial  kemasyarakatan dan pemerintahan.

“Harapan kami atas datangnya mahasiswa politeknik metro tersebut ialah agar terciptanya sinergi yang lebih optimal serta bisa melangsungkan pertukan mahasiswa bahkan dosen”, tambah Bismar.

Selain itu kita juga mengharapkan bukan hanya kunjungan kerja tapi bisa melakukan penelitian,  pengabdian tentang kemaritiman yang ada di UMRAH

“Tadi hanya bersifat kunjungan kerja,  ya alhamdulilah lah mereka mau ke sini hanya bermodal kan searching ke internet tentang kemaritiman maka muncul lah kampus UMRAH,  lalu mereka menyimpulkan ingin berkunjung ke Kepri Tepatnya di kampus kita”, Tutupnya.