LKTD LKM UMRAH

DSC_0024

 PERS MAHASISWA KREATIF FISIP UMRAH-Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar atau yang lebih dikenal dengan LKTD, mungkin sudah tidak terdengar asing lagi di kalangan mahasiswa. Kegiatan LATIHAN KEPEMIMPINAN TINGKAT DASAR atau LKTD ini adalah kegiatan rutinitas yang dilakukan oleh UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang bertujuan untuk melatih dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan di kalangan Mahasiswa Baru (MABA).

          Tahun ini, seperti biasanya. UKM Lembaga Kasih Mahasiswa UNIVERSITITAS MARITIM RAJA ALI HAJI mengadakan LATIHAN KEPEMIMPINAN TINGKAT DASAR ke III dengan tema “Pemimpin yang Integritas dan Mampu Berkontribusi” yang dipetik dari Kitab Suci Alkitab Yosua 1:6-8, kegiatan LKTD ini dilaksanakan Lembaga Kasih Mahasiswa (LKM) UMRAH di Kantor Desa Toapaya Selatan. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 24-26 Maret 2017.

          Antusias LKTD KE III LKM UMRAH ini cukup terbilang tinggi, mengingat jumlah partisipan yang mengikuti kegiatan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) yang mengalami kenaikan  dari tahun sebelumnya. Dan hal itu tidak dapat dipungkiri dengan bertambahnya jumlah mahasiswa yang ber-agama Kristen di Universitas Maritim Raja Ali Haji. Namun sangat disayangkan karena Lembaga Kasih Mahasiswa menerapkan sistem kuota, yang mana sudah barang tentu membatasi para peserta yang hendak mengikuti kegiatan LKTD tahun ini.

          Dalam kegiatan LKTD tersebut, Lembaga Kasih Mahasiswa (LKM) UMRAH menghadirkan pemateri yang  berasal dari kalangan alumni dan senior senior yang berasal dari  UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI.

Dalam wawancaranya dengan tim Persma Kreatif UMRAH, Ketua Umum Lembaga Kasih Mahasiswa UMRAH menekankan bahwa LKTD yang diadakan LKM ini sangat penting dilaksanakan karena di kegiatan LKTD ini peserta mendapat materi yang tidak didapat di dalam kelas yang kelak akan menjadi pedoman peserta LKTD untuk menjadi pemimpin yang ber-integritas. Dan ketua Umum LKM UMRAH Alfon Hutauruk berharap agar para peserta LKTD memiliki pendirian dan iman yang bertumbuh setelah mengikuti kegiatan LKTD ini.

Semoga dengan adanya LKTD ini mahasiswa bisa menjadi seorng pemimpin seorang yang memiliki iman dan menjadis sosok figure yang mapan , serta kami tidak hanya LKTD namun kegiatan selanjutnya ialah hari-hari besar kerohanian “tandas ketua pelaksana”

PEMBAHASAN HMIP FISIP UMRAH

DSC_0020

(penyampaian visi misi calon ketua HMIP)

PERS MAHASISWA KREATIF FISIP-UMRAH. Setelah sekian lama fakum sejak kepemimpinan ardiansyah akhirnya HMIP (himpunan mahasiswa ilmu pemerintahan) bisa melanjutkan estafet kepemimpian. Pembahasan HMIP ini di lakukan di gedung FISIP lantai 2 ruang 1 , diadakan sejak jam 10.00 wib sampai selesai .Kamis (23/03/2017)

            Pembahasan ini di lakukan sebagai bentuk solidaritas mahasiswa ilmu pemerintahan untuk secepatnya menentukan kepemimpinan yang baru sejak masa SK ketua yang lama  sudah habis , HMIP fakum kurang lebih 3 bulan  lamanya.

            Peserta yang hadir dalam pembahasan HMIP berjumlah 48 orang dengan 2 calon ketua yang memiliki visi misi yang berbeda , calon ketua HMIP yang pertama pardomuan situmorang dan yang kedua baginda raja ismail dengan perolehan suara yang tidak beda jauh.

            Sementara pardomuan sendiri sebagai calon ketua no urut satu memiliki total jumlah suara 20 sementara calon ketua no urut dua baginda raja ismail memiliki total suara sah 28 dengan selisih 8 suara maka baginda raja  ismail lah yang melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan HMIP untuk masa priode 2017/2018 .

            Dengan kriteria calon pemimpin memiliki IPK minimal 2,75 serta memiliki sertifikat pengkaderan baik dari organisasi internal maupun external kampus umrah, pemilihan ketua HMIP priode 2017/2018 melalui voting terbuka , peserta yang berhak memilih ialah peserta yang hadir dari awal sampai pemilihan suara , sehingga peserta yang baru hadir tidak memiliki hak suara ,walaupun banyak juga mahasiswa yang ada di dalam namun hak suaara ialah peserta yang sudah absen atau menandatangani kertas absensi sampai penutupan absensin pemilihan jam yang telah di tentukan.

            Menurut pantauan saya semenjak terpilihnya ketua umum baru , ada mahasiswa yang menempelkan selembaran dengan maksud yang belum jelas serta mengatasnamakan mahasiswa ilmu pemerintahan ,isi dari kertas tersebut bersifat penolakan pembahasan HMIP yang barus saja sah di pilih oleh peserta yang hadir dengan total 48 mahasiswa aktif prodi ilmu pemerintahan serta di lihat langsung kaprodi ilmu pemerintahan nazaki nasir S,ip M,si serta 2 dosen ilmu pemerintahan  lainnya .

            Para peserta yang hadir  menekankan kepada ketua HMIP yang baru agar segera mengadakan MUBES (musyawarah besar) HMIP setelah SK nya keluar.

            Saya sebagai mahasiswa aktif ilmu pemerintahan juga berharap agar kedepannya emban amanah yang telah di berikan kepada baginda raja ismail selaku ketua himpunan yang baru agar bisa memberi kontribusi  yang lebih baik kepada HMIP dan segera mengadakan musyawarah agar tidak ada lagi kisruh kedepannya serta penjelasan kepada kawan-kawan mahasiswa ilmu pemerintahan dan dengan pihak yang terkait demi kemajuan HMIP bersama.

by : budi prasetyo