Kemiskinan Bukan Racun Yang Mematikan

PUISI

Di saaat ku sendiri ku senang berkontemplasi
merenungi ratapan nasib  masa lalu ku yang kelabu ini
bukan menjadi acuan hidup tuk menyerah dan pasrah
ketika ku mulai mencium aroma kemiskinan di mana saja berada
ku sudah menerapkan di dalam jiwa tuk tidak putus asa,
Ketika ku gagal dalam segala hal
aku mulai malu , sebenarnya siapa diri ku
ketika teriakan pulang mulai ku lontarkan
ku hanya bisa berdoa agar tuhan  berikan jalan

namun demi sebuah kesuksesan
semuanya harus ku lawan

di dalam benak ku ini sudah kuterapkan
ke miskinan dan ke gagalan bukan lah racun yang mematikan
tetapi pil pahit yang menyembuhkan
karya
Budi prasetyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *