Organisasi Mahasiswa Tidak Menaati lagi UU

Persma Kreatif Fisip UMRAH- Himpunan mahasiswa ilmu pemerintahan (HMIP) menyelenggaran panitia pemilihan raya (papera) dan badan pengawas pemilihan raya (bawasra) kegiatan ini di selenggarakan di Auditorium UMRAH dompak pada hari selasa (17/01/2017).

Organisasi mahasiswa adalah wadah mahasiswa untuk mengembangkan ilmu pengetahuan nya dalam  bidang pendidikan dan jiwa intelektualnya, tumpang tindih dalam bahu membahu antara senioritas dan junioritas sebagai sarana untuk menanamkan loyalitas dan solidaritas untuk membagun karakter kepribadian di dalam proses pendidikan,

Dibentuknya organisasi himpunan mahasiswa ilmu pemerintahan atas dasar sebagai sarana pemersatu wadah mahasiswa prodi ilmu pemerinthan, yang pada awalnya di bentuk oleh senioritas yang memiliki  jiwa intelektual dan loyalitas yang tinggi dengan semangat dan kerja keras yang sudah mengorbankan fisik,waktu,dan kapasitas yang dimilikinya, hingga terbentuk nya suatu wadah organisasi HIMA IP ( HIMPUNAN MAHASISWA ILMU PEMERINTAHAN)  pada tanggal 10 january 2010, Regenarasi kepemimpian di lakukan untuk membawa mahasiswa ke arah yang lebih baik dan mengeluarkan produk yang unggul dan berintegritas dalam pendidikan tinggi.

Pada penghujung tahun 2016, dan mengawali tahun yang baru 2017, pada  estapet kepemimpinan yang saat ini dilakukan untuk pemilihan ketua dari wakil ketua himpunan , yang mewakili segenap mahsiswa ilmu pemerintahan , mengalami goncangan yang di sebabkan produk kinerja kepemimpinan yang saat ini tidak dijalankan dengan baik dan tidak efektif, dimana pondasi organisasi  sistem yang dibangun sebelumnya, tidak ada perubahan  sistem pondasi organisasi  yang dilakukan kepempianan saat ini, untuk regenerasi pemempim yang baru,  dan tanpa bersalah penyelewengan ini jelas tampak pada saat pemilihan (PAPERA) PANITIA PEMILIHAN RAYA dan (BAWASRA) BADAN PENGAWAS PEMILIHAN RAYA, Dengan pelanggaran yang dilakukan semua pengurus himpunan ini,  agenda yang dibuat untuk pemilihan PAPERA dan  BAWASRA DIBUBARKAN oleh senioritas yang mempunyai konstribusi  membangun terbentuknya organisasi HIMPUNAN MAHASISWA ILMU PEMERINTAHAN , atas dasar memberikan pemahaman berorganisasi dan merucut dari sistem pemerintahan negara indonesian yang berlandaskan UU sebagai kontitusi tertinggi NKRI, tidak teruntuk kepada adik-adik junioritas namun juga senioritas  agar dapat menjalankan sebuah oragnisasi harus bermula dari PROSES bukan hanya hasil , karena hasil yang baik tanpa proses maka akan percuma , sebagai mahasiswa ilmu pemerintahan seharusnya kita paham akan sebuah proses pesta demokrasi  yang baik dan benar namun semuanya berjalan tidak terarah hingga terjadinya kesalahahan dalam perekrutan kepemimpinan yang baru. dalam sebuah organisasi yang potensial akan  mengembangkan jiwa intelektualnya melalui apa yang dinamakan dengan sebuah  PROSES.  

 

Dimana sistem ini sudah melanggar sitem pondasi   konstuti  yang telah dibagun sebelumnya oleh senioritas, berdasarkan apa yang sudah dibangun sebelumnya , melalui BENCHMARK  TATIB/ tata tertib, dilangsir dengan  AD/ADRT  anggaran dasar dan anggaran rumah tangga,  seharusnya diadakan MUBES dan kemudian dilanjutkan PAPERA dan BAWASRA, dan dilanjutkan dengan sistematika kinerja pembentukan STRUKTUR   ORGANISASI beserta sekmentasi kinerja nya, Sehingga  junoritas dapat lebih mendalami proses berorganisasi melalui union  atau komposit, senioritas dalam  pengembangan dan pengabdian mahasiswa sebagai kaum intelektual.

by , pardomuan situmorang

budi prasetyo

editor- beto

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *