ALIANSI MAHASISWA KOTA TANJUNGPINANG GELAR AKSI HARI PANCASILA

20160601_204806[1]

Persma Kreatif Fisip Umrah-  Memperingati Hari Lahirnya Pancasila yang jatuh 1 Juni hari ini, Rabu (31/5) malam ini puluhan pemuda pemudi/mahasiswa kota Tanjungpinang menggelar aksi simpatik dilapangan Pamedan dan sekitarnya . Aksi ini cukup menyita perhatian masyarakat, terutama para pengguna jalan yang melewati lapangan simpang lampu merah pamedan.

Dalam rangka peringatan hari pancasila ini, pemuda pemudi/mahasiswa mengutarakan beberapa aksi yang sebelumnya dimulai dari pukul 7.30  digelar dengan berbagai kegiatan mulai dari menyanyikan lagu indonesia raya , monolog, pembacaan puisi dan teatrikal oleh para mahasiswa dengan suasana yang membangkitan kembali jiwa jiwa semangat kesatuan pancasila

Lahirnya jiwa jiwa mudah anak bangsa mengubah suasana dalam peringatan hari lahirnya pancasila yang di wujudkan dengan berjalan kaki mengitari sepanjang jalan pamedan dengan membawa Pawai Obor yang di ikuti oleh 55 orang  dengan rute mulai dari gerbang lapangan hingga tugu pancasila dengan menyanyikan lagu-lagu nuansa kebangsaan yang dikawal langsung oleh pihak kepolisian Polres Tanjungpinang.

Menurut Nina  aksi ini sebagai penggugah untuk  membakar semangat  kebangkitan pemuda pemudi kepri dan khususnya Tanjungpinang pada semangat pancasila dan untuk mengingatkan kepada masyarakat luas , pemerintah bahwa pada hari ini adalah hari pancasila yang dimana masyarakat kepri lebih memaknai, mengingat dan mengimplementasikan dari nilai-nilai pancasila itu sendiri. Ujarnya selaku korlap

Dalam hal ini Gebri Mulyadi melontarkan pandanganya “Pancasila yang dijadikan dasar dari segala dasar negara indonesia sebagai pengatur tatanan hidup berbangsa dan bernegara kini seolah hanya sebuah tulisan yang dibaca pada saat upacara pengibaran bendera , nilai nilai yang terkandung di dalamnya tak lagi di terapkan, bahkan banyak dari masyarakat yang belum mengetahui makna sebenarnya dari pancasila itu sendiri.
sebenarnya apa yang menyebabkan masyarakat lupa sehingga pancasila itu seakan akan hilang dari tatanan hidup bermasyarakat? Apakah pemerintah yang terlalu sibuk dengan politik yang tak ada habisnya ? mulai dari politik propaganda, politik mata dua, sampai politik cinta dan melupakan tugas dan pungsinya, menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia seperti yang tertera dalam sila kelima . ataukah masyarakat yang dengan sengaaja melupakan sila ketiga “ persatuan indonesia “.

Untuk itu kami segelintir kecil pemuda dan mahasiswa mencoba membangkitkan kembali jiwa jiwa persatuan dan kesatuan itu dengar menggelar aksi damai, dengan harapan mampuh menggugah hati dari semua elemn bahwa betapa pentingnya pancasila dikehidupan .

(Redaksi)

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *