UMRAH Nilai Pernyataan Kadisdik Kepri Tidak Berdasar

dosen-umrah

 

Persma Kreatif Fisip Umrah, Tanjungpinang- Pihak Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) Tanjungpinang menegaskan dana hibah yang bersumber dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dipergunakan untuk kegiatan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Jadi klaim Kepala Dinas Pendidikan yang menyatakan bahwa penggunaan dana hibah tidak jelas, merupakan pernyataan yang tidak berdasarkan fakta yang sebenarnya,” katanya.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Biro Umum Perencanaan dan Keuangan (BUPK) UMRAH Edison, di Tanjungpinang, Selasa, menanggapi komentar Kepala Dinas Pendidikan Kepri Yatim Mustafa yang hingga saat ini bersikeras tidak memberi surat rekomendasi pencairan dana hibah.

“Sesuai dengan salah satu klausul dalam Peraturan Presiden pendirian Umrah, pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berkewajiban membantu membiayai Umrah selama minimal lima tahun sejak bantuan diberikan. Karena bantuan dalam bentuk hibah diberikan mulai tahun 2012, maka akan berakhir tahun 2016 ini,” ujarnya yang juga Deputi Polsoskam BPKP.

Dia menjelaskan hibah yang diterima selama kepemimpinan Rektor Umrah Prof Syafsir Akhlus sejak Juni 2014-2015 sebesar Rp18 miliar, masing-masing sebesar Rp8 miliar tahun 2014 dan Rp10 miliar tahun 2015.

Hibah tersebut digunakan untuk membayar gaji pokok, tunjangan keluarga, dan tunjangan prestasi kerja pegawai dan dosen non PNS serta honor kelebihan jam mengajar dosen non PNS.

Hibah sebesar Rp103 miliar untuk pembangunan fisik serta Rp50 miliar dalam bentuk uang tunai diterima dan digunakan dalam periode rektor sebelumnya yang diturunkan di tengah jalan. Hibah untuk pembangunan fisik sebesar Rp103 miliar juga langsung dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau.

“Hibah yang diterima dari Pemerintah Kepri sesuai dengan peraturan yang berlaku, diregistrasi ke Kementerian Keuangan RI dan dimasukkan ke dalam DIPA Umrah,” katanya.

Di awal kepemimpinan Prof Syafsir Akhlus, kata dia hal pertama yang dilakukan memperbaiki kesejahteraan pegawai dan dosen non pns yang sebelumnya digaji tidak layak dengan menaikkan gaji pokok setara dengan pns dan memberikan tunjangan perbaikan penghasilan. “Sumber pembiayaannya berasal dari hibah yang diberikan Pemerintah Kepri,” katanya.

Pada akhir tahun 2015, mulai bulan November, gaji pokok pegawai dan dosen non PNS dibebankan ke DIPA UMRAH dengan konsekwensi banyak kegiatan yang dikorbankan. Dalam tahun 2016, gaji pokok dan tunjangan keluarga pegawai dan dosen non pns sebesar Rp7 miliar dibebankan ke DIPA UMRAH pada komponen BOPTN.

Akibatnya dana untuk kegiatan kemahasiswaan, penelitian dosen, pengembangan dosen sangat tidak memadai.

Jika hibah dari Pemerintah Kepri sebesar Rp15 miliar tersebut dicairkan, maka hanya cukup digunakan untuk membayar tunjangan pegawai dan dosen non PNS serta untuk membayar dana talangan yang digunakan untuk membayar gaji dan tunjangan pegawai dan dosen non PNS bulan September dan Oktober 2015.
Sumber : Metrobatam

ALIANSI MAHASISWA KOTA TANJUNGPINANG GELAR AKSI HARI PANCASILA

20160601_204806[1]

Persma Kreatif Fisip Umrah-  Memperingati Hari Lahirnya Pancasila yang jatuh 1 Juni hari ini, Rabu (31/5) malam ini puluhan pemuda pemudi/mahasiswa kota Tanjungpinang menggelar aksi simpatik dilapangan Pamedan dan sekitarnya . Aksi ini cukup menyita perhatian masyarakat, terutama para pengguna jalan yang melewati lapangan simpang lampu merah pamedan.

Dalam rangka peringatan hari pancasila ini, pemuda pemudi/mahasiswa mengutarakan beberapa aksi yang sebelumnya dimulai dari pukul 7.30  digelar dengan berbagai kegiatan mulai dari menyanyikan lagu indonesia raya , monolog, pembacaan puisi dan teatrikal oleh para mahasiswa dengan suasana yang membangkitan kembali jiwa jiwa semangat kesatuan pancasila

Lahirnya jiwa jiwa mudah anak bangsa mengubah suasana dalam peringatan hari lahirnya pancasila yang di wujudkan dengan berjalan kaki mengitari sepanjang jalan pamedan dengan membawa Pawai Obor yang di ikuti oleh 55 orang  dengan rute mulai dari gerbang lapangan hingga tugu pancasila dengan menyanyikan lagu-lagu nuansa kebangsaan yang dikawal langsung oleh pihak kepolisian Polres Tanjungpinang.

Menurut Nina  aksi ini sebagai penggugah untuk  membakar semangat  kebangkitan pemuda pemudi kepri dan khususnya Tanjungpinang pada semangat pancasila dan untuk mengingatkan kepada masyarakat luas , pemerintah bahwa pada hari ini adalah hari pancasila yang dimana masyarakat kepri lebih memaknai, mengingat dan mengimplementasikan dari nilai-nilai pancasila itu sendiri. Ujarnya selaku korlap

Dalam hal ini Gebri Mulyadi melontarkan pandanganya “Pancasila yang dijadikan dasar dari segala dasar negara indonesia sebagai pengatur tatanan hidup berbangsa dan bernegara kini seolah hanya sebuah tulisan yang dibaca pada saat upacara pengibaran bendera , nilai nilai yang terkandung di dalamnya tak lagi di terapkan, bahkan banyak dari masyarakat yang belum mengetahui makna sebenarnya dari pancasila itu sendiri.
sebenarnya apa yang menyebabkan masyarakat lupa sehingga pancasila itu seakan akan hilang dari tatanan hidup bermasyarakat? Apakah pemerintah yang terlalu sibuk dengan politik yang tak ada habisnya ? mulai dari politik propaganda, politik mata dua, sampai politik cinta dan melupakan tugas dan pungsinya, menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia seperti yang tertera dalam sila kelima . ataukah masyarakat yang dengan sengaaja melupakan sila ketiga “ persatuan indonesia “.

Untuk itu kami segelintir kecil pemuda dan mahasiswa mencoba membangkitkan kembali jiwa jiwa persatuan dan kesatuan itu dengar menggelar aksi damai, dengan harapan mampuh menggugah hati dari semua elemn bahwa betapa pentingnya pancasila dikehidupan .

(Redaksi)