MANUSIA SERIBU WAJAH

Oliver-Twist

 

Judul Buku      : Oliver Twist

Pengarang       : Charles Dickens

Penerbit           : Laksana

Tahun Terbit : 2013

 

 

 

 

Beberapa kisah pilu seorang anak manusia yang senantiasa dianiaya, disiksa, dan disia-sia tentu sering kita temui di sinetron-sinetron tanah air. Mungkin, alur cerita dalam sinetron-sinetron ini akan sangat mudah ditebak. Terlebih lagi ide cerita tersebut juga seakan terlalu “pasaran” dan membosankan. Mungkin, seringkali di kalangan para akademisi, menonton sinetron akan dianggap sebagai kegiatan yang “memalukan”. Tidak jarang ejekan-ejekan akan menghampiri orang-orang yang doyan menonton sinetron. Namun, di sini tentunya kita tidak akan membahas lebih lanjut mengenai sinetron. Ide cerita dalam sinetron tentang tokoh protagonis yang selalu teraniaya rupanya cukup menyita perhatian penulis. Apalagi ide cerita seperti ini ternyata juga terdapat dalam sebuah novel yang berjudul “Oliver Twist”.

Novel “Oliver Twist” ini merupakan sebuah karya yang disebut-sebut sebaga karya emas dari Charles Dickens. Charles sendiri merupakan salah satu penulis lawas asal Inggris. Novel asli “Oliver Twist” ditulis dalam bahasa Inggris. Namun, saat ini novel ini telah dapat dinikmati dalam terbitan berbahasa Indonesia.

Jika dilihat dari ide cerita, mungkin sebagian atau bahkan kebanyakan orang akan beranggapan bahwa novel ini sama pasarannya dengan sinetron-sinetron yang ada saat ini. Mungkin orang akan mengira bahwa novel ini akan sangat membosankan. Namun, tahukah bahwa “Oliver Twist” ini tidak hanya sekedar menjual kisah menye-menye yang hanya bermodal mampu membuat orang menangis dan trenyuh?

“Oliver Twist” sendiri berkisah tentang lika-liku perjalanan hidup seorang anak yatim piatu bernama Oliver Twist. Ia menjadi yatm piatu sejak ia dilahirkan. Masa hidupnya ia habiskan di panti sosial hingga jalanan. Semasa hidupnya di panti sosial, ia seringkali mendapat perlakuan yang tidak manusiawi dari atasan panti. Perlakuan kasar, caci maki, dan sumpah serapah menjadi santapan sehari-hari di panti sosial. Tidak berhenti sampai di situ, perlakuan tidak manusiawi lainnya yang Oliver alami adalah dijual kepada pembuat peti mati.

Namun, hidup dengan “majikan” baru rupanya tidak serta merta mengubah kehidupan pahitnya di panti sosial. Di sana ia juga ditindas oleh istri tukang peti dan salah satu anak buahnya. Begitulah hidup Oliver senantiasa dikelilingi oleh orang-orang yang menindasnya. Bahkan saat ia kabur dari rumah tukang peti dan memutuskan kabur ke London, ia masih saja bertemu dengan orang-orang jahat lainnya. Namun, perjalanan ini pada akhirnya membawanya menemukan orang-orang tulus, serta latar beakang keluarganya dulu yang tak pernah ia kenal.

Novel ini bisa jadi pilihan bagi Anda yang ingin menikmati hiburan ringan serta menyegakan bahkan di sela-sela kesibukan Anda. “Oliver Twist” membantu membuka mata kita akan berbagai macam karakter terdalam manusia. Kita akan dikenalkan dengan banyak tokoh yang mampu memerlihatkan pada kita tentang karakter manusia yang kadang tidak terlihat secara gamblang dan blak-blakan.

Di sini kita disadarkan pada realita yang memang ada di dunia nyata manusia bahwa terkadang watak dasar manusia seringkali tertutupi oleh hal-hal lain yang sifatnya duniawi seperti martabat dan kekuasaan. Novel ini akan membawa pembaca untuk terhanyut dalam jalinan kisah yang menggambarkan ketekunan, kesabaran, ketabahan, belas kasih, dan kepolosan dari seorang Oliver. Di samping itu pembaca juga mendapatkan gambaran tentang kekejian, ketamakan, hingga rasa pengecut seorang manusia.

Dalam novel ini sendiri, penulis merasa tertarik oleh penggambaran rasa pengecut yang diwujudkan sang novelis. Hal ini terwujud dalam sosok tokoh Noah Claypole yaitu salah satu pekerja dari si tukang peti. Noah digambarkan selalu menindas Oliver yang ia anggap sebagai bawahannya. Sebenarnya ia sendiri adalah seorang anak yang melarat dan sering sering dijahili oleh anak-anak lainyya. Keberadaan Oliver membuatnya senang karena ia dapat melampiaskan dendamnyaan yaitu dengan menjaili Oliver. Nah, kutipan yang menarik dalam bagian ini adalah:”Orang-orang yang berjiwa pengecut biasanya memang suka menyakiti orang lan yang lebih lemah darinya”. Masih menurut novel ini, salah satu sifat gelap manusia adalah ketika ia tidak bisa membalas dendam pada orang-orang yang menyakitinya, seringkali ia melampiaskannya kepada orang yang lebih lemah darinya. Akhirnya dari cerita inilah terlihat bahwa novelis sangat apik dalam menggambarkan watak terdalam dari seorang manusia dan dengan ide penceritaan yang cerdas. Begitulah Charles akan menceritakan bagaimana watak dasar manusia yang terdalama itu sangat beragam dan menarik untuk dikupas. Ya, ibarat kata adalah manusia dengan seribu wajah…

Hal tersebut menjadi kelebihan novel yang ditulis oleh Charles ini. Mungkin, Anda akan menemukan hal-hal menarik lainnya dari cara Charles mengungkapkan watak terdalam dari manusia yang lainnya. Oleh karena itu, novel ini sangat direkomendasikan untuk dibaca meskipun sepintas terlihat sebagai novel menye-menye dan sinetron banget. Selamat menikmati karya besar Charlesyang mengagumkan dan sarat akan nilai-nilai kehidupan ini!
(Beto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *