Tipe Pemimpin Seperti Apakah Dirimu?

 

 

Tanjungpinang – Kreatif.com- “If your emotional abilities aren’t in hand, if you don’t have self-awareness, if you are not able to manage your distressing emotions, if you can’t have empathy and have effective relationships, then no matter how smart you are, you are not going to get very far.” –Daniel Goleman-

Banyak sekali teori kepemimpinan yang ada. Daniel Goleman seorang psikolog dan penulis buku terkenal “Emotional Intelligence” membaginya menjadi 6 tipe. Yuk, simak dan lihatlah tipe seperti apa yang saat ini ada padamu dan teman-teman dekatmu.

  1. KOERSIF
    “Lakukan saja.”
    “Jangan banyak tanya.”
    “Jelas!”
    Titahnya mutlak, baginya orang lain cukup mengerjakan apa yang diminta. Apa yang dilakukan adalah suatu kewajiban sehingga terkadang kita merasa kurang dihargai. Mungkin sekali tipe seperti ini menimbulkan rasa takut, benci dan situasi tidak kondusif namun, kemampuan pemimpin koersif akan sangat berguna ketika menghadapi situasi gawat yang membutuhkan keputusan cepat.
  2. OTORITATIF
    Senang, semangat, penuh percaya diri adalah ciri pemimpin otoritatif. Penghargaan juga ciri kepemimpinannya. Namun, terkadang otoritatif akan kesulitan bergerak dengan tim yang orang-orangnya mempunyai kemampuan yang sama dengannya. Ia akan cenderung pendiam bahkan angkuh karena merasa tidak ada yang seperti dirinya.
  3. AFILIATIF
    Memikirkan kepentingan semua orang dan menciptakan suasana nyaman adalah ciri khas pemimpin afiliatif. Ia juga menyukai kegiatan diskusi dan menyemangati orang-orang untuk berpendapat sebebas-bebasnya tanpa takut dicemooh. Pemimpin afiliatif lebih cenderung melihat pada proses ketimbang hasil.
  4. DEMOKRATIS
    Senang melibatkan orang lain dalam membuat keputusan. Ia lebih menekankan pada kondisi saling mengerti antar sesama kelompok daripada kesenangan semata. Pemimpin demokratis akan cemerlang dikalangan tim yang memiliki visi yang sama. Namun, ia cenderung lemah dalam memutuskan sesuatu sehingga terkadang memicu emosi dari rekannya.
  5. PACESETTING
    Merasa tertekan, tidak mampu, malas adalah aura yang yang dirasakan orang disekitar pemimpin pacesetting ini. Ia bertipe perfeksionis, artinya orang lain harus melakukan segalanya sebaik dirinya. Pemimpin pacesetting cocok bekerja dengan orang-orang yang mampu memotivasi diri sendiri, apabila tidak, mungkin ia akan ditinggalkan begitu saja.
  6. COACHING
    Pernahkan kamu merasa dihargai, diarahkan, diajari tanpa merasa digurui?
    Pemimpin berciri coaching mampu menggali potensi yang dimiliki anggotanya serta mengasah kemampuan mereka sehingga dengan kekuatan bersama, organisasi dapat berkembang. Ia memperhatikan individu dan menunjukkan kelebihan anggota serta membantu mengatasi kelemahan mereka. Menjadi pemimpi bersifat coaching menyita waktu karena tidak mudah mengarahkan banyak orang, namun hasilnya? Tidak perlu diragukan.

Nah, bagaimana? Untuk menjadi pemimpin di masa depan sebaiknya melakukan kombinasi beberapa tipe diatas, karena setiap tipe memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Mengetahui, memperkaya, dan mengasah kemampuan memimpin akan membuat kamu mampu memilih tipe yang sesuai dengan situasi. Selain itu, perbanyaklah membaca buku sebagai referensi dan jangan takut melangkah apabila keyakinan melekat kuat dalam hatimu.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *